Calon DPD RI Kyai Mursyid Silaturahmi dengan Pucuk Adat Kenegerian Tambang-Terantang
KANALSUMATERA.com -Kampar - Momen hari raya enam dalam tradisi umat Islam di Kabupaten Kampar dimanfaatkan oleh salah seorang bakal calon anggota DPD RI Kyai Muhammad Mursyid MPd bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Kampar.
Seperti yang dilakukannya pada Sabtu (28/5/2023) beliau bersilaturahmi dengan Pucuk adat Kenegerian Tambang-Terantang, Bapak H. Muliyas SAg MH Datuok Godang, yang juga merupakan wakil ketua Pengadilan Agama Kota Dumai.
Datuok Muliyas menyambut hangat kehadiran Kyai Mursyid di kediamannya. "Alhamdulillah terima kasih kami ucapkan atas kedatangan Kyai Mursyid di kediaman kami. Ini pertemuan perdana kami. Saling bertanya kabar dan aktifitas selama ini" terang Datuok Muliyas.
Datuok Muliyas menghargai niat baik Kyai Mursyid untuk membantu Provinsi Riau di level nasional melalui DPD RI. "Semoga niat baiknya dimudahkan Allah, dan Allah berikan wakil-wakil terbaik di senayan nantinya." terang Datuok Pasukuan Domo ini.
Baca: Ketua DPD PKS Kampar Fahmil SE Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji Kampar
Dia tidak menampik banyak putra putri terbaik Riau yang ingin berkiprah di senayan. Semua katanya berpulang kepada garis tangan dan usaha keras masing-masing pihak.
Sementara itu Kyai Mursyid saat dimintai komentar mengucapkan terima kasih atas kesedian Datuok Muliyas di kediamannya. Ini bagian silaturahminya ke setiap tokoh masyarakat Riau.
"Saat ini kita memperkuat tapi silaturahmi dengan tokoh-tokoh daerah di Riau. Sebagai perwakilan daerah, seyogyanya saya berkenalan dengan para tokoh daerah. Saling bertanya kabar dan berdiskusi terkait Riau saat ini dan ke depannya. Saat ini saya bersilaturahmi dengan Datuok Godang Kenegerian Tambang-Terantang. Kebetulan saya sumondo di Kenegerian ini. " terang pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah Rengat ini.
Dia juga menyampaikan pendapat terkait perayaan hari raya enam sebagai adat istiadat di beberapa wilayah Kabupaten Kampar. Menurutnya perayaan hari raya enam ini bagian tradisi luhur yang harus dipertahankan. Karena mengandung amalan-amalan positif yang dilakukan selama ini.
