Polisi Batalkan Diskusi di Tuban, RG Nilai Demokrasi Semakin Memburuk

Alwira Fanzary
Selasa, 19 Maret 2019 17:23:45
 Rocky Gerung

KANALSUMATERA.com - Aktivis yang juga akademisi Rocky Gerung mengaku heran dengan penolakan izin acara ketika dirinya dijadwalkan menjadi pembicara dalam diskusi akal sehat di Pondok Pesantren Yanbaul Ulum, Tuban, Jawa Timur.

Sebelumnya diberitakan, diskusi akal sehat yang digelar di Ponpes Yanbaul Ulum, Tuban dibatalkan polisi karena dianggap tak mengantongi izin sesuai ketentuan. Salah satu panitia acara menyebut acara harus meminta izin lebih dulu ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) karena mengundang tokoh nasional. Sejumlah ormas pun disebut menjadi pemicu penolakan diksusi akal sehat tersebut.

Mendapati alasan itu, Rocky seperti yang dilansir dari CNNIndonesia menganggap penolakan terhadap kehadirannya sebagai hal yang absurd. Ketentuan polisi meminta panitia mengurus izin hingga ke Polda Jatim, menurutnya, alasan yang dibuat-buat.

"Pembicara nasional harus izin Polda? itu aturan apa, dan logikanya apa, semua orang bicara mau lokal mau nasional, jadi yang kasih saya sertifikat pembicara nasional itu siapa, ngaco namanya," kata Rocky.

Baca: Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru


Rocky menilai, resistensi aparat dalam kegiatan tersebut mesti dikritisi. Menurutnya, pada kasus ini terlihat jelas cara seseorang menghalangi dengan teori yang absurd.

"Ini kan pembicara nasional jadi musti izinnya nasional, lo dia kan bicara di lokal," tegasnya.

Rocky pun menyebut bahwa keadaan demokrasi belakangan ini semakin memburuk, menyusul banyaknya pembubaran acara, pengadangan diksusi yang makin sering terjadi. Ia melihat bahwa keadaan ini adalah sebuah paradoks dari sifat demokrasi itu sendiri.

Apalagi, kata Rocky, menjelang tahun politik seharusnya negara bisa memfasilitasi dan melindungi segala gelaran-gelaran yang berisi pembicaraan soal politik. Bukan malah melarangnya dan melakukan penghadangan.

Baca: Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisiasi Revisi UU Penanganan Fakir Miskin

"Jadi intinya seluruh pembicaraan politik seharusnya diperluas, bukan dipersempit, itu marwah akal sehat yang mesti kita jaga, dalam demokrasi itu, itu prinsipnya," kata dia.


Penolakan sejumlah elemen terhadap Rocky bukan kali pertama terjadi. Masih pada bulan yang sama, pada 7 Maret lalu, acara bincang (talkshow) yang menghadirkan Rocky Gerung dan Babe Haikal di Universitas Muhammadiyah Jember sempat juga mendapat penolakan.

Seperti diketahui, Rocky Gerung menjelang Pilpres 2019 berkeliling ke sejumlah daerah untuk menjadi pembicara dalam acara yang biasa dia labeli sebagai diskusi akal sehat. Rocky kerap mendapat protes atau penolakan di beberapa tempat.

Diskusi akal sehat ala Rocky Gerung merupakan acara diskusi dan audiensi yang melibatkan warga untuk berinteraksi, beradu pandangan, serta mengkritisi narasi politik yang diutarakan oleh Rocky Gerung.

Baca: Jelang Ramadhan, Anggota DPR Hendry Munief Silaturahmi dengan Ratusan UMKM Kota Pekanbaru

Rocky sendiri merupakan sosok yang sangat menegaskan dirinya bersebrangan dengan pemerintah. Namun dalam berbagai kesempatan, sikap politiknya tersebut tak lantas membuat dirinya mendeklarasikan diri menjadi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Kalau saya dituduh pro Prabowo, saya enggak. Saya oposisi, Prabowo oposisi, kenapa mesti dihubungkan? Saya tidak akan menggelar karpet merah untuk Prabowo, karena dia punya banyak karpet dan warnanya macam-macam, tapi saya akan menggulung karpet istana," ujar Rocky dalam salah satu sesi diskusi di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Kso

Terkait
Di Hadapan Ratusan Tokoh Perempuan, Syahrul Aidi Sebut Rumah Tangga sebagai Pilar Penting Negara
Di Hadapan Ratusan Tokoh Perempuan, Syahrul Aidi Sebut Rumah Tangga sebagai Pilar Penting Negara
Syahrul Aidi Sosialisasi Empat Pilar di Hadapan Ratusan
Pj Sekda Kampar Hadiri Sidang Pleno Laporan Tahunan PN
Anggota DPRD Riau Abdul Kasim Silaturahmi dengan Kader
Lainnya
Kerjasama dengan PLIF Kampar, AMM Gelar Diskusi Publik Terkait Politik
Kerjasama dengan PLIF Kampar, AMM Gelar Diskusi Publik Terkait Politik
Satgas Nasional Sayangkan Angka Kesembuhan Corona RI Tu
Camat Tenayan Raya Gelar Goro Perindah Kantor Kecamatan
Demo di Komnas HAM, JK Diteriaki Rezim Pengecut
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Daerah
Dalam Penerapan WFH, Bupati Kampar Sidak Dinas Minta Listrik dan AC Dimatikan jika tidak Dipakai
Dalam Penerapan WFH, Bupati Kampar Sidak Dinas Minta Listrik dan AC Dimatikan jika tidak Dipakai
Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Ang
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu M
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Olahraga
Ribuan Penonton Hadiri Final Piala Dunia Kuok yang ke-61
Ribuan Penonton Hadiri Final Piala Dunia Kuok yang ke-61
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala
Kadispora Riau dan Ribuan Penonton Saksikan Laga Final
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M