Tinggal 61 Hari Lagi Menuju Pilpres, Prabowo Ingatkan Bahaya Kleptokrasi
KANALSUMATERA.com - Prabowo Subianto menemui pendukungnya di Grobogan, Jateng. Sembari mengatakan pemungutan suara Pilpres yang tinggal 61 hari, Prabowo mengingatkan warga tak salah memilih pemimpin. Jangan sampai tergelincir mendukung kleptokrasi karena memilih pencuri menjadi pemimpin.
"Tinggal 61 hari lagi. Manfaatkan. Kalau kita ingin perbaikan, kita harus berani ubah nasib kita sendiri," kata Prabowo mengawali sambutan kepada warga yang hadir di aula Kyriad Grand Master Hotel di Jalan Gajah Mada, Grobogan seperti dikutip dari detikcom, Kamis (14/2/2019).
"Demokrasi, rakyat yang berkuasa. Ada krasi yang lain. Plutokrasi jadi yang berkuasa hanya orang kaya, aristokrasi yang berkuasa hanya ningrat. Yang lebih parah kleptokrasi, yang berkuasanya maling. Mau dipimpin maling-maling? Tidak kan," lanjutnya.
Prabowo kemudian meyakinkan, jika nanti terpilih menjadi presiden akan menghimpun orang pintar yang tidak berhati busuk, maupun orang yang biasa-biasa saja namun bersih hatinya. Bersama Sandiaga, Prabowo mengaku telah menyiapkan konsep pemberantasan korupsi.
Baca: Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
"Kami akan berantas korupsi sampai akar-akarnya. Berantas korupsi harus pakai konsep. Menjaga kekayaan negara biar tidak bocor. Kita perangi lubang korupsi. Kita sudah hitung uang kita cukup banyak. Sekarang yang mencuri pinter, mereka mengira bisa lolos. Mereka senang, buat proyek harga 100 bilangnya 200. Aku saksi mata. Aku hapal cara itu," kata dia.
Karena itu Prabowo mengajak semua pendukungnya untuk ambil bagian dalam Pilpres mendatang untuk merubah nasib bersama. "Kita harus dapat kedaulatan rakyat. Rakyat mencoblos. Hanya beberapa menit, hanya beberapa detik. Tidak ada profesor, petani, yang ada satu orang (saat mencoblos). Ajak anak-anakmu, mantu-mantumu, ajak milih pemimpin," tegasnya. iin
