Banyak Pelipat Surat Suara di Jambi Mundur
KANALSUMATERA.com – Pemilihan Umum (Pemilu) Calon Presiden, DPRD Kota, DPRD Provinsi, DPRD RI, dan dan DPD RI, tinggal menghitung hari. Namun pelipatan dan penyortiran surat suara (susu) untuk beberapa daerah belum selesai dilaksanakan, termasuk di Kota Jambi.
Informasi terakhir, pelipatan surat suara untuk KPU Kota Jambi baru mencapai 30 persen. Apalagi, banyak petugas penyortiran dan pelipatan suara untuk Pemilu 17 April yang mengundurkan diri.
Hal ini dibenarkan oleh Komisioner KPU Kota Jambi, Abdul Rahim. Dikatakannya, dalam pelipatan dan penyortiran surat suara, KPU Kota Jambi menghadapi beberapa kendala teknis di lapangan.
Pertama, kata dia, upah pelipatan yang cukup murah, kalau dibandingkan pelipatan dan penyortiran suara suara Pilwako dan Pilgub. Sehingga pada saat pelipatan hari pertama dimulai, animo masyarakat cukup tinggi.
Baca: TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Saksi Profesional diseluruh TPS Menuju 2029
Sebab kata Rahim seperti dimuat metrojambi, pada Pilwako dan Pilgub, upah pelipatan suara suara perkota Rp 200 ribu sampai 225 ribu. Namun pada pemilu 2019 ini upahnya hanya Rp 50 ribu. Setelah mengetahui harganya agak kurang bagus, esok harinya ada puluhan orang mundur.
"Ada puluhan orang yang mundur, sekitar 10 persen sampai 15 persen. Kita juga sangat berempati dengan kondisi itu," kata Rahim, Senin (18/3).
Ditambah lagi, ada permintaan dari Bawaslu untuk tidak melibatkan PPK dan PPS dalam lipatan dan sortir surat suara itu, namun secara regulasi hal itu memungkin dan dapat melibatkan PPK dan PPS. "Sehingga terjadi jumlah anggota," terangnya.
Belum lagi masalah tempat atau gedung pelipatan suara yang dipakai terjadi kebocoran saat hujan beberapa waktu lalu, hal ini juga kata Rahim, menjadi kendala teknis bagi KPU Kota Jambi.ks
