Jokowi Lagi?

Alwira Fanzary
Sabtu, 13 April 2019 23:18:44
Jokowi dan Prabowo

Banyak faktor yang bisa dijadikan acuan berhasil atau kuatnya suatu negara dengan pemerintahannya. Di negara manapun tetap ada dua sektor utama yang menjadi kunci dari semua faktor yang ada: ekonomi dan pertahanan keamanan negara.

Sebut saja negeri Paman Sam dan negeri Tirai Bambu. Sektor ekonomi mereka jangan disebut. Juga pertahanan keamanan. Maka jadilah mereka negara adi kuasa.

Tidak ada yang salah dengan optimisme yang selalu digaung-gaungkan Jokowi. Itu jualan. Kedepan. Apa yang sudah?

Untuk: ekonomi dan pertahanan.

Baca: Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM

Saya tidak akan umbar panjang lebar. Biarlah penggalan pernyataan Dahlan Iskan: pendukung dan membawa gerbong dukungan yang tidak sedikit untuk Jokowi 2014 yang lalu.

Dan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Panglima TNI paling lama dimasa kepemimpinan Jokowi-JK. Yang pasti sangat paham dan tahu sangat kondisi pertahanan keamanan negara. Khatam.

'Waktu itu (2014) saya berharap banyak karena Pak Jokowi punya program besar yang disebut Revolusi Mental. Juga waktu itu Pak Jokowi punya program hebat berupa pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” tutur Dahlan yang juga pelaku bisnis ini.

“Karena lima tahun yang lalu pendapatan per kapita sudah USD 5 ribu per tahun, jadi wajar saya berharap lima tahun kemudian jadi tujuh ribu dan lima tahun berikutnya jadi sembilan ribu. Namun itu tidak terlaksana,” terang bos media ini.

Baca: DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat

Jokowi gagal. Ekonomi kita tidak kemana-mana. Itu lah kiranya kesimpulannya. Tidak hanya bidang ekonomi yang diharap Dahlan, juga revolusi mental.

Namun apa daya, revolusi mental Jokowi bahkan tak sampai pada orang-orang terdekat: Romahurmuziy. Ketum partai yang selalu satu mobil dengan Jokowi itu. Bersahabat. Juga Setya Novanto. Sama-sama pesakitan KPK.

Untuk revolusi mental, tak usah kita bicara jauh hingga perundungan Audrey. Di Pontianak itu. Terlalu jauh. Yang jarak sejengkal pun tak sampai.

"Saat ini yang kritis adalah mulai dari segi anggaran. Saya tidak menyalahkan siapapun juga, tapi sekarang ini saya perlu informasikan karena saya mantan panglima TNI, semuanya benar-benar saja tapi ini dari segi anggaran mengecilkan Tentara nasional indonesia," papar Gatot.

Baca: 43 Tahun “Dirampok”,  Adam Syafaat Dukung Presiden Berantas Oligarki dan Kebocoran Negara

"Anggaran yang diterima tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara (AU) hanya sekitar Rp 1 triliun. Sementara, Markas Besar TNI, hanya menerima sekitar Rp 900 miliar. Di sisi lain, jumlah personel TNI mencapai 455 ribu orang dan memiliki ribuan alat utama sistem persenjataan.

Lalu Gatot membandingkan dengan anggaran untuk institusi dengan jumlah personel dan persenjataan di bawah TNI.

"Tetapi ada institusi yang tidak punya pesawat tempur, senjatanya pendek dan jumlah personelnya tidak sampai 3 ribu tapi anggarannya Rp 4 triliun dan Kepolisian Republik Indonesia Rp 17 triliun," papar Gatot.

Seperti yang dikatakan Jokowi: Menakhodai kapal sebesar Indonesia ini tidak mudah. Perlu yang berpengalaman. Dan kesempatan itu sudah diberikan kepada Jokowi 4,5 tahun terakhir.

Baca: PKS Kampar Laksanakan Konsolidasi dan Penyerahan SK DPC: Perkuat Solidaritas dan Sinergi Struktur

Lalu bagaimana mengukur kepuasan kepemimpinan Jokowi? Saat jadi gubernur Jakarta? Wilayah dan penduduk yang terlalu kecil. Bahkan hanya dua tahun. Belum diuji dengan tarung di pilkada periode selanjutnya.

Di Solo dengan prestasi mobil esemka yang gaib itu? Boleh lah dua periode. Namun lagi-lagi wilayah sangat kecil. Dan penduduknya hanya ratusan ribu orang.

Dan dua tokoh itu telah memberi penilaian: Dahlan Iskan dan Gatot Nurmantyo. Serta menjatuhkan pilihan kepemimpinan Indonesia kedepan: Bukan lagi kepada Jokowi.

Kita? Mari berpikir rasional.

Baca: Fraksi PKS DPRD Riau Launching Hari Aspirasi, Pesan Sekwan: Sangat Bagus dan Saya Sangat Mendukung

Oleh : Alwira Fanzary Indragiri

-Ketua OKP Lingkar Anak Negeri Riau (LAN-R)

-Wartawan

Terkait
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Tegaskan Komitmen Indonesi
Jelang Ramadhan, Anggota DPR Hendry Munief Silaturahmi
Di Hadapan Ratusan Tokoh Perempuan, Syahrul Aidi Sebut
Lainnya
DPC PPP Kampar Safari Ramadhan di Desa Rantau Kasih, Berikan Santunan Anak Yatim
DPC PPP Kampar Safari Ramadhan di Desa Rantau Kasih, Berikan Santunan Anak Yatim
Syahrul Aidi Fasilitasi Gubri Ekspose Kondisi Riau di S
KPK kembali memeriksa Sejumlah Saksi Kasus Suap Proyek
Pesawat Garuda Rute Aceh-Jeddah Mendarat Darurat di Sri
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Hukum
Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Rohul-Kampar, Fokus Penyelesaian Konflik Agraria
Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Rohul-Kampar, Fokus Penyelesaian Konflik Agraria
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Lap
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Nasional
Mendagri Akan Bedah APBD Daerah yang Klaim Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Mendagri Akan Bedah APBD Daerah yang Klaim Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf d
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemer
Pendidikan
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah A
Plt Gubri SF Hariyanto Lepas Dua Capaska Riau, Siap Emb
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Olahraga
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Wabup Misharti Resmi Buka Camat Cup I Kampar Kiri, Diik
PSPS Pekanbaru Perkuat Lini Belakang, Datangkan Dua Kip
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha