Ketua DPRD Usir Kepala Badan Kepegawaian Pemko Depok
Kanalsumatera.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok Hendrik T Allo mengakui dirinya telah mengusir atau menyuruh keluar Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri dari ruang sidang paripurna DPRD Depok.
“Ya, saya usir dan suruh keluar Pak Supian Suri dari ruang sidang paripurna DPRD Depok saat duduk di bangku tamu tadi. Dari pada mengganggu sidang paripurna ya saya suruh atau minta dia keluar ruangan,” ucap Ketua DPRD Depok, Hendrik T Allo kepada Pos Kota, Kamis (3/1).
Selaku pimpinan DPRD seharusnya ikut diajak rembuk atau koordinasi dengan anggota DPRD jika Pemkot Depok ingin menempatkan pegawainya atau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DPRD Depok. Jika tidak tentunya akan menyulitkan kinerja atau koordinasi yang terjalin selama ini.
Baca: Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
“Saya tidak mau intern di lingkungan DPRD diatur semaunya dan orang yang ditempatkan tidak diketahui latar belakangnya. Apalagi posisi Kabag Umum DPRD sangat penting sehingga dirinya minta Sekwan membuat surat protes serta keberatan ke Walikota Depok tanpa ada koordinasi sama sekali dengan DPRD, ” tegasnya.
“Mutasi memang menjadi kewenangan walikota namun kalau terkait mutasi pegawai atau ASN yang dirempatkan di lingkungan DPRD seharusnya mereka khususnya Kepala BKPSDM Depok sebagai jembatan ke Walikota Depok melakukan koordinasi dengan pimpinan DPRD, ” imbuhnya yang menambahkan itu yang tidak dilakukan Pemkot Depok saat menganti Kepala Bagian (Kabag) Umum di DPRD Depok dari Ny. Agung.
Ditanya adanya pengakuan Kepala BKPSDM Depok Supian Suri, kaitan dua nama pejabat yang dititipkan untuk menjadi kepala dinas (kadis) namun saat pelantikan tidak ada namanya hingga Ketua DPRD Depok mengusir dirinya dari ruang sidang paripurna.
Hendrik T Allo yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Depok, enggan berkomentar banyak. “Tanya ke Pak Sekwan aja ya. saya tengah rapat di DPC PDI Perjuangan maaf ya, Bang” tutupnya. Pko/Kso
