Pemilu 2029 Prabowo Punya Banyak Pilihan Cawapres, Ada Opsi Gerindra hingga Non Partai
JAKARTA – Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menghangat. Presiden Prabowo Subianto sebagai petahana dinilai memiliki sejumlah opsi untuk menentukan sosok yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.
Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa menilai terdapat dua kriteria utama yang berpeluang dipertimbangkan Prabowo. Pertama, kader dari partainya sendiri, Partai Gerindra. Kedua, tokoh non-partai yang tidak memiliki afiliasi politik dan dinilai dapat fokus menjalankan pemerintahan.
"Prabowo di 2029 mungkin sepertinya bisa saja tidak memilih Gibran lagi, menurut saya dia mungkin akan memilih tokoh dari partainya sendiri, Gerindra, atau tokoh non-partai yang tidak memiliki ambisi politik besar sehingga bisa fokus bekerja," kata Hensa, Jumat, 11 September 2026.
Untuk opsi dari kalangan non-partai, Hensa menyebut sejumlah nama yang berpotensi masuk dalam pertimbangan Prabowo. Di antaranya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Baca: Demokrat Ketambahan Kader Baru, Aldi Taher dan Andry Hakim Resmi Bergabung
"Kapolri bisa saja diambil jadi calon pendamping Prabowo, dan ini bisa jadi alasan kuat mengapa Listyo Sigit tidak tergantikan sebagai Kapolri saat ini, sementara kalau Seskab Teddy kan jelas dia loyalis dan dia cukup mengerti Prabowo saat ini, dan Amran merupakan salah satu menteri yang kalau dilihat, sering mendapat pujian dari Prabowo," ungkap Hensa.
Di sisi lain, Hensa menilai Gerindra menjadi pilihan yang relatif aman bagi Prabowo apabila ingin menjaga kesinambungan kekuatan politik hingga Pemilu 2034. Dengan mengusung kader sendiri sebagai calon wakil presiden, efek elektoral pemerintahan Prabowo dinilai berpeluang tetap memberikan keuntungan bagi Gerindra.
"Kenapa saya sebut Gerindra? Karena Prabowo saya yakin akan membesarkan Gerindra untuk bertarung lebih jauh di 2034. Kalau sampai dia pilih tokoh dari partai lain, dia artinya membesarkan partai lain,” ujarnya.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut menilai Prabowo memiliki cukup banyak figur potensial di internal Gerindra. Sejumlah nama yang disebut antara lain Ferry Juliantono, Sugiono dan Sudaryono.
Baca: Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau, Dorong Penguatan UMKM
"Tokohnya kalau di Gerindra ada Menteri Luar Negeri Sugiono yang kini juga jadi Sekjen Gerindra, Sudaryono yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, ada Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dan juga bisa saja memilih Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang basis massanya juga tak bisa dibilang kecil," kata Hensa.
Menurut Hensa, pilihan Prabowo terhadap calon wakil presiden pada 2029 tidak hanya akan menentukan konfigurasi pemerintahan berikutnya, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap peta politik hingga 2034.
Karena itu, opsi menggandeng tokoh non-partai maupun kader Gerindra dinilai memiliki kalkulasi politik tersendiri. Salah satu pertimbangannya adalah memastikan pasangan yang dipilih tetap sejalan dengan kepentingan politik Prabowo dan tidak berujung memperkuat partai lain.
"Intinya, saya yakin kalau pak Prabowo tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra, karena jika memilih dari partai lain sama saja ia membesarkan partai orang lain yang nanti jika kepilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai," pungkas Hensa.
