Pemilu 2029 Prabowo Punya Banyak Pilihan Cawapres, Ada Opsi Gerindra hingga Non Partai

Mawardi Tombang Amar
Sabtu, 12 September 2026 06:05:44

JAKARTA – Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menghangat. Presiden Prabowo Subianto sebagai petahana dinilai memiliki sejumlah opsi untuk menentukan sosok yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.

Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa menilai terdapat dua kriteria utama yang berpeluang dipertimbangkan Prabowo. Pertama, kader dari partainya sendiri, Partai Gerindra. Kedua, tokoh non-partai yang tidak memiliki afiliasi politik dan dinilai dapat fokus menjalankan pemerintahan.

"Prabowo di 2029 mungkin sepertinya bisa saja tidak memilih Gibran lagi, menurut saya dia mungkin akan memilih tokoh dari partainya sendiri, Gerindra, atau tokoh non-partai yang tidak memiliki ambisi politik besar sehingga bisa fokus bekerja," kata Hensa, Jumat, 11 September 2026.

Untuk opsi dari kalangan non-partai, Hensa menyebut sejumlah nama yang berpotensi masuk dalam pertimbangan Prabowo. Di antaranya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Baca: NasDem Usul Parliamentary Threshold 7 Persen, Berlaku Naik Setiap Pemilu

"Kapolri bisa saja diambil jadi calon pendamping Prabowo, dan ini bisa jadi alasan kuat mengapa Listyo Sigit tidak tergantikan sebagai Kapolri saat ini, sementara kalau Seskab Teddy kan jelas dia loyalis dan dia cukup mengerti Prabowo saat ini, dan Amran merupakan salah satu menteri yang kalau dilihat, sering mendapat pujian dari Prabowo," ungkap Hensa.

Di sisi lain, Hensa menilai Gerindra menjadi pilihan yang relatif aman bagi Prabowo apabila ingin menjaga kesinambungan kekuatan politik hingga Pemilu 2034. Dengan mengusung kader sendiri sebagai calon wakil presiden, efek elektoral pemerintahan Prabowo dinilai berpeluang tetap memberikan keuntungan bagi Gerindra.

"Kenapa saya sebut Gerindra? Karena Prabowo saya yakin akan membesarkan Gerindra untuk bertarung lebih jauh di 2034. Kalau sampai dia pilih tokoh dari partai lain, dia artinya membesarkan partai lain,” ujarnya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut menilai Prabowo memiliki cukup banyak figur potensial di internal Gerindra. Sejumlah nama yang disebut antara lain Ferry Juliantono, Sugiono dan Sudaryono.

Baca: Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Menteri Keuangan

"Tokohnya kalau di Gerindra ada Menteri Luar Negeri Sugiono yang kini juga jadi Sekjen Gerindra, Sudaryono yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, ada Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dan juga bisa saja memilih Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang basis massanya juga tak bisa dibilang kecil," kata Hensa.

Menurut Hensa, pilihan Prabowo terhadap calon wakil presiden pada 2029 tidak hanya akan menentukan konfigurasi pemerintahan berikutnya, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap peta politik hingga 2034.

Karena itu, opsi menggandeng tokoh non-partai maupun kader Gerindra dinilai memiliki kalkulasi politik tersendiri. Salah satu pertimbangannya adalah memastikan pasangan yang dipilih tetap sejalan dengan kepentingan politik Prabowo dan tidak berujung memperkuat partai lain.

"Intinya, saya yakin kalau pak Prabowo tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra, karena jika memilih dari partai lain sama saja ia membesarkan partai orang lain yang nanti jika kepilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai," pungkas Hensa.



Terkait
Demokrat Ketambahan Kader Baru, Aldi Taher dan Andry Hakim Resmi Bergabung
Demokrat Ketambahan Kader Baru, Aldi Taher dan Andry Hakim Resmi Bergabung
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perb
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Kemah Bela Negara PKS Riau: Mengokohkan Akar Kebangsaan
Lainnya
Syahrul Aidi Maazat dan Amal Fathullah Ikut Bertanding Turnamen Mini Soccer PWI Kampar Cup 2026
Syahrul Aidi Maazat dan Amal Fathullah Ikut Bertanding Turnamen Mini Soccer PWI Kampar Cup 2026
Peringati Hari Ozon Internasional, Pemprov Riau Serahka
Harimau Sumatera di Riau yang Terluka Akibat Jerat Idap
Korban Meninggal Banjir Sentani Bertambah jadi 72 Orang
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Nasional
Mendagri dan Menkeu Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra 2027 hingga 2028
Mendagri dan Menkeu Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra 2027 hingga 2028
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran ya
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Pese
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hukum
KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus, Usut Penyidikan Baru
KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus, Usut Penyidikan Baru
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH,
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T