Saat Debat Capres Kedua, Sudirman Said Tuding Jokowi Bohong

Islami
Senin, 18 Februari 2019 21:13:37
Sudirman Said

KANALSUMATERA.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Joko Widodo berbohong dan memberikan teladan buruk bagi masyarakat saat debat capres kedua pada Ahad (17/2/2019) malam.

"Pemimpin yang paling penting itu kejujuran. Pemimpin tertinggi kita tidak teladan soal kejujuran, dia banyak data yang dia klaim saat debat tapi salah dan bohong," kata Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said saat konferensi pers usai debat.

Sudirman membeberkan contoh kebohongan yang disampaikan Jokowi saat debat capres kedua. Salah satunya, kata dia, saat Jokowi mengklaim hampir tak ada konflik agraria di masa kepemimpinannya.

Kata Sudirman sepanjang kepempimpinan Jokowi telah terjadi banyak konflik agraria. "Di sini, konflik agraria besar, termasuk juga data impor jagung yang dia klaim itu bohong," kata Sudirman seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Baca: PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR

Konflik agraria di Indonesia mendapat sorotan dari Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA).

Data terakhir KPA pada 2018 mencatat luas wilayah yang mengalami konflik agraria mencapai 807,17 ribu hektare.

Konflik agraria didominasi oleh latar belakang perebutan lahan di sektor perkebunan sebanyak 65,66 ribu hektare, kehutanan 54,06 ribu hektare, pertambangan 49,69 ribu hektare, properti 13 ribu hektare, dan infrastruktur 4.859 hektare.

Luasan konflik tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 520,49 ribu hektare pada 2017. Namun, jumlah luasan wilayah konflik agraria tersebut tidak seluas pada 2014 ketika proyek infrastruktur belum dijalankan oleh pemerintahan Jokowi. Pada 2014, jumlah luasan konflik agraria mencapai 2,86 juta hektare.

Baca: Partai Buruh Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Usul 1 Persen

Sudirman menyebut akan banyak meme dan komplain di media sosial terkait kebohongan Jokowi tersebut, baik oleh masyarakat maupun LSM.

"Saya kira malam ini dan besok akan bertebaran meme dan komplain data fakta bohong," kata dia.

Sementara itu Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak menuding Jokowi sebagai tukang fitnah tanpa data.

Hal itu berkaitan dengan pernyataan Jokowi soal Prabowo memiliki lahan seluas ratusan ribu hektare di Aceh dan Kalimantan.

Baca: Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan

Saat debat Jokowi memang sempat mengatakan bahwa Prabowo punya ratusan ribu hektare lahan di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur. Prabowo sendiri mengakui hal itu. Dia bahkan menyatakan siap menyerahkan lahan itu kepada negara.

"Itu adalah milik negara jadi setiap saat negara bisa ambil, kembalikan itu semua," kata Prabowo saat debat.

Di sisi lain Dahnil tak merinci atau mengklarifikasi tudingan Jokowi itu. Dia justru menyebut fitnah Jokowi itu bisa membahayakan negara. "Banyak data Jokowi nuansa fitnah, itu bahaya bagi negara," katanya. iin



Terkait
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotrich Terancam Tersingkir dari Parlemen Israel
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotrich Terancam Tersingkir dari Parlemen Israel
PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung
Dasco Pasang Taruhan Jabatan, Pimpinan DPR Siap Mundur
PKS Riau Launching “Riau Muda Bicara”, Wadah dan Ru
Lainnya
Ketua DPRD Bengkalis: Tabligh Akbar Jadi Momentum Perkuat Iman dan Persatuan
Ketua DPRD Bengkalis: Tabligh Akbar Jadi Momentum Perkuat Iman dan Persatuan
Nama Caleg Ganda, 68 Ribu Surat Suara di Dapil 4 Kabupa
Bungkam Burnley 4-2, Liverpool Tempel Manchester City
Abdimas: Perlu Edukasi Kesadaran dan Keterampilan Masya
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi