Survei Jokowi Anjlok di Jabar, BPN: Setop Salahkan Pihak Lain

Islami
Senin, 4 Maret 2019 20:18:22
Suhud Alynudin

KANALSUMATERA.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi pernyataan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang bercerita tentang survei di Jawa Barat mendadak turun karena maraknya hoax. BPN meminta Jokowi tak menyalah-nyalahkan pihak lain.

"Kami kira setop untuk menyalahkan pihak lain. Apalagi dengan menuduh bahwa ada fitnah segala macam. Kami kira rakyat sudah cerdas dan bisa menilai secara mandiri," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Suhud Alynudin seperti dikutip dari detikcom, Senin (4/3/2019).

Jokowi menyatakan elektabilitas pasangan nomor urut 01 anjlok hingga 8 persen di Jawa Barat. Dia menyebutkan penyebabnya antara lain masifnya penyebaran hoax atau fitnah.

Menurut Suhud, Jokowi kalah oleh dirinya sendiri. Ia menyebut Jokowi sengaja menyalahkan pihak lain untuk menutupi kelemahan diri.

Baca: Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicabut Hakim

"Pak Jokowi itu dikalahkan oleh dirinya sendiri. Ibarat pepatah 'buruk muka cermin dibelah'. Dia salahkan pihak lain untuk tutupi kelemahannya," tutur Suhud.

Selain itu, kata Suhud, BPN tak memiliki kapasitas untuk menyebarkan hoax secara masif. Menurutnya, BPN tidak punya 'kekuatan' media massa seperti TKN Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Pihak yang berseberangan dengan pemerintah tak mungkin mampu menggalang hoax secara masif. Karena hal itu membutuhkan resources yang besar. Yang mampu melakukan itu tentu yang menguasai sumber pendanaan dan menguasai media. Saat ini yang menguasai sumber daya dan menguasai media pihak mana?" ujar politikus PKS itu.

Ia pun menegaskan Jawa Barat dari dulu memang merupakan basis suara Prabowo. Suhud mencontohkan keunggulan Prabowo di Jabar pada Pemilu 2014.

Baca: Hakim MK Soroti Perbedaan Verifikasi Ijazah KPU di Pilkada dan Pilpres

"Kami kira khusus Provinsi Jabar memang itu basis Pak Prabowo. Di Pemilu 2014, dengan pencitraan yang maksimal saja Pak Jokowi kalah, apalagi dengan kinerja pemerintah yang rendah seperti saat ini. Jadi penurunan itu elektabilitas itu konsekuensi saja," kata Suhud.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengungkapkan kegelisahannya karena masifnya penyebaran hoax pada Pilpres 2019. Jokowi menyebut elektabilitasnya di Jawa Barat anjlok 8 persen.

"Di Provinsi Jawa Barat, saat itu, 1,5 bulan yang lalu kita sudah menang 4 persen. Dulu kan kita kalah telak tuh, ini sudah menang 4 persen. Nggak ada hujan, nggak ada angin, tahu-tahu anjlok 8 persen," ujar Jokowi.

"Cek lagi ke rumah, ke rumah, ke rumah. Apa yang muncul? Ternyata fitnah-hoax sudah masuk," ungkapnya. iin



Terkait
Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Menteri Keuangan
Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Menteri Keuangan
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Pe
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD P
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Anggota DPRD Riau Samsuri D
Lainnya
Rumah Yatim Berikan Bantuan Untuk Nenek Nurhayati Lansia Pekerja Keras
Rumah Yatim Berikan Bantuan Untuk Nenek Nurhayati Lansia Pekerja Keras
Pemkab Kampar Sudah Cairkan ADD Dari 3 Desa Untuk Tangg
Buntut Kericuhan Demo, Anies: 6 Meninggal dan 200 orang
Surat Suara yang Harusnya ke Malaysia Nyasar di Hongkon
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Politik
Syahrul Aidi Maazat Gelar Sarasehan Kebangsaan MPR RI 2026 di Kampar, Bahas Peran dan Fungsi MPR
Syahrul Aidi Maazat Gelar Sarasehan Kebangsaan MPR RI 2026 di Kampar, Bahas Peran dan Fungsi MPR
Golkar Bantah Isu Bahlil Terlibat Penyadapan Ilegal Pra
Mulyanto PKS Nilai Hak Menyatakan Pendapat Mulai Mengua
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Pendidikan
Bupati Ahmad Yuzar Dorong Wisudawan STIE Bangkinang Kuasai Teknologi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Bupati Ahmad Yuzar Dorong Wisudawan STIE Bangkinang Kuasai Teknologi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Gelar Karya PPG Universitas Pahlawan 2026 Tampilkan Ino
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar