Terkait Musda Demokrat Riau, Ardo Duga Ada Yang Kompori Asri Auzar

Mawardi Tombang
Minggu, 5 Desember 2021 18:21:21
Ardo

KANALSUMATERA.com - BANGKINANG - Dinamika Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Riau yang telah selesai digelar masih ada hingga sekarang. Ketua Demokrat Riau sebelumnya Asri Auzar Cs masih belum menerima Agung Nugroho sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Riau.

Asri Auzar pada suatu kesempatan menyebut, seharusnya Musda baru akan digelar pada 2022 mendatang. Sebab, ia dilantik sebagai Ketua DPD pada 2017. Itu artinya, kata dia, Musda seharusnya akan digelar pada 2022.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kampar, Rahmat Jevary Juniardo atau biasa dipanggil Ardo turut mengutarakan pendapatnya terhadap dinamika yang terjadi pasca Musda Demokrat ke-V ini.

Ardo mengatakan, Asri Auzar sebagai seniornya dalam berpolitik telah banyak berkontribusi pada partai yang kini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) putera SBY, Presiden RI ke-V.

"Kalau saya pribadi hormat sama senior, pak Asri Auzar. Bagaimanapun beliau ada kontribusi nya untuk partai. Itu dulu yang mau saya sampaikan," ungkap Ardo, kepada wartawan, Sabtu (4/12/2021).

Baca: Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan

Lebih jauh Ardo yakin, apa yang terjadi, berkenaan respon Asri Auzar Cs pada pelaksanaan Musda beberapa hari lalu hanya respon emosional sesaat. Ia menyebut, reaksi yang ia lihat, tidak seperti Asri Auzar yang ia kenal selama ini. Ia menduga, reaksi Asri Auzar tersebut disebabkan oleh "kompor" dari pihak lain.

"Saya cukup kenal dengan Pak Asri Auzar. Beliau orang yang santun dalam mengutarakan pendapat. Saya pun kaget dengan rekasi beliau. Saya menduga, sikap beliau pada tempo hari terkait Musda disebabkan oleh adanya "kompor" pihak lain," ucap Ardo menduga.

Oleh karena itu, Ardo sangat berharap, semua pihak dapat menahan diri untuk tidak berkomentar di saat situasi hati sedang panas. Karena itu hanya akan menambah pihak lawan Partai Demokrat tertawa bergembira melihat kisruh internal ini.

Soal Musda, Ardo menjelaskan, alasan dipercepat dari waktu yang seharusnya, yakni pada 2022 dan dimajukan pelaksanaannya pada 2021 ini agar partai ini lebih siap menghadapi tahapan-tahapan Pemilu 2024. dan Musda yang dipercepat ini merupakan hasil dari Munas terakhir. Keputusan Musda dimajukan ini tidak hanya berlaku di Riau, tapi di seluruh DPD se-Indonesia.

Oleh sebab itu, Ardo mengimbau seluruh kader partai di Riau untuk berupaya menjaga kesolidan dalam menghadapi agenda Pemilu 2024 yang sangat berat bagi seluruh partai, tak terkecuali bagi Demokrat.

Baca: Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Negara Tak Kenal Hari Libur

"Kita tidak boleh terpecah. Sebab, di depan ada agenda besar yang harus kita sukseskan. Pertama ada Pemilihan Legislatif di Februari 2024. Hasil Pileg ini akan menentukan banyak hal. Akan menentukan sikap partai pada Pilpres, Pilgubri dan akan menentukan dalam pemilihan bupati. Jadi, mari kita bersatu, solid dan berupaya menghindari gesekan di internal kita," tegas Ardo lagi.

Kepada Agung Nugroho yang kini menjabat sebagai Ketua DPD, Ardo sangat berharap ia mampu menciptakan kesejukan di internal partai dan para kader. Dan Ardo sangat yakin pada kapasitas dari seorang Agung Nugroho.

"Saya pribadi beserta kader Demokrat Kampar yakin dengan kapasitas dan kemampuan Agung Nugroho dalam memimpin Demokrat ke depan. Saya tidak ragu pada Agung. Di tangannya, Demokrat akan semakin maju dan bisa sukses dalam melaksanakan agenda besar di 2024," ujar Ardo. ***



Terkait
Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Kader harus 'Zero Case' dan Jalankan K2P2
Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Kader harus 'Zero Case' dan Jalankan K2P2
PKS Inhil Bersama KPU-Bawlwaslu Gelar Evaluasi Pemilu 2
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD P
Pj Sekda Kampar Hadiri Sidang Pleno Laporan Tahunan PN
Lainnya
Ada 14 Kasus Covid-19 Subvarian Orthrus di Indonesia
Ada 14 Kasus Covid-19 Subvarian Orthrus di Indonesia
Kata Anggota DPR soal Isu Pergantian Kapolri dan Wakapo
Wow, Telat 5 Menit, Peserta Tes CPNS di Palembang Langs
Kebakaran Hebat Terjadi di Siantar, Korban Keluar dari
Nasional
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman,
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Tiga Hakim MK Soroti Verifikasi Syarat Pendidikan Gibra
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Politik
Hakim MK Soroti Perbedaan Verifikasi Ijazah KPU di Pilkada dan Pilpres
Hakim MK Soroti Perbedaan Verifikasi Ijazah KPU di Pilkada dan Pilpres
PKS Tanggapi Elektabilitas 3,3 Persen, Sebut Hasil Surv
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind