Jokowi Blak-Blakan Kenapa Elektablilitasnya Makin Turun di Sumatera

Mawardi Tombang
Sabtu, 12 Januari 2019 12:02:15
Jokowi saat bersilaturahmi dengan petani sawit

KANALSUMATERA.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut elektabilitasnya di Pulau Sumatera cenderung turun meskipun sedikit. Hal itu disadari dan diakuinya.

"Kenapa di Sumatera ( elektabilitas) kami turun? Termasuk di Jambi, di Riau, ya meskipun sedikit," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Tim Kampanye Daerah Provinsi Jambi, Minggu (16/12/2018).

"Problemnya adalah harga komoditas itu turun. Harga sawit turun, harga karet turun, dan harga kelapa juga," lanjut dia. Kondisi itu menyebabkan petani sawit, karet, dan kelapa menyalahkan pemerintah.

Jokowi menegaskan, harga komoditas itu tak bisa diintervensi oleh negara. Harga komoditas itu adalah bagian dari mekanisme harga yang diatur oleh pasar global. "Pemerintah, kami, tidak mungkin memengaruhi harga global. Ya, karena itu adalah mekanisme pasar," ujar Jokowi.

Baca: Majalah Internasional The Economist Kritik Jokowi, Sebut 4 Poin Kegagalannya

Harga sawit misalnya kata Jokowi menjelaskan, bahwa Uni Eropa melaksanakan banned bagi komoditas sawit Indonesia. Hal itu disebabkan Uni Eropa sedang mengembangkan minyak dari bunga matahari sebagai pengganti minyak sawit.

"Untuk melindungi bisnis mereka, sawit kita diblok. Jadi, ini urusan bisnis mereka," ujar Jokowi.

Pemerintah sebenarnya berupaya melindungi harga sawit dalam negeri, salah satunya dengan melobi China agar mengimpor lebih banyak sawit Indonesia sebanyak 500.000 ton. Namun, rupanya kebijakan itu tidak berpengaruh banyak bagi perbaikan harga sawit dunia.

Jokowi menjelaskan, problem pertama adalah produksi sawit dalam negeri yang sangat besar. Jumlah lahan sawit di Indonesia yakni sebesar 13 juta hektar, dengan produksi sebanyak 42 juta ton per tahunnya. Problem kedua adalah Indonesia selama ini tidak memiliki industri hilir komoditas sawit.

Baca: PSI Bela Gibran di Tengah Gugatan MK, Pertanyakan Kapan Perkara Ijazah Selesai

Selama ini, Indonesia mengekspor CPO saja, bukan produk olahannya. "Jadi, begitu ada problem ekonomi global, semua kena imbas. Harga turun, sawit, sakit semua," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, satu-satunya cara agar para petani sawit dan karet dapat sejahtera kembali yakni dengan membangun hilirisasi. Komoditas sawit dapat menjadi campuran bahan bakar minyak, yakni B20. Sementara, komoditas karet juga dapat diolah menjadi campuran aspal.

"Kita ini baru menyiapkan B20 agar komoditas sawit dapat terserap semua oleh pasar dalam negeri, biodiesel. Tapi, memang ini memerlukan waktu. Kalau B20 jalan, saya yakin kita bisa mengatur harga," ujar Jokowi.

Selain itu, solusi lainnya yang dapat dilaksanakan petani yakni mengganti komoditas sawit dengan komoditas lain yang lebih mempunyai prospek di masa depan. Manggis salah satunya.



Terkait
PDIP Soroti 7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo, Minta Pergantian Pejabat Jawab Harapan Publik
PDIP Soroti 7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo, Minta Pergantian Pejabat Jawab Harapan Publik
Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Mente
Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Sil
Kepala Daerah dan Wakil Mulai Retak, Wacana Pilkada Tan
Lainnya
Bupati Kampar Ahmad Yuzar Lantik Ardi Mardiansyah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar
Bupati Kampar Ahmad Yuzar Lantik Ardi Mardiansyah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar
Berikut Dua Desa Penerima Anugerah Desa Pendidikan dari
Wako Batam Targetkan Dua Minggu ke Depan Batam Nol Kasu
Ilmuwan Australia Prediksi MH370 Jatuh Dekat Madagaskar
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2