Kampanye di Riau, Prabowo: Saya Tidak Rela Umat Islam Dipecah Belah!

Islami
Rabu, 13 Maret 2019 20:38:12

KANALSUMATERA.com - Calon presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengakui bahwa umurnya sudah tua, memasuki 68 tahun. Pada saat sudah purna, ia sebenarnya ingin istirahat.

Namun karena tidak sudi melihat kondisi bangsa Indonesia seperti saat ini, maka ia putuskan untuk tetap berjuang demi rakyat.

"Saya sudah tua, saya sudah purna. Usia saya nanti 68 tahun. Saya sebetulnya ingin istirahat. Tapi saya tidak rela negara saya seperti ini," ujar Prabowo di hadapan ribuan masyarakat Riau di Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Riau seperti dikutip dari cakaplah.com, Rabu (13/3/2019).

Lebih jauh, Prabowo menegaskan ia miris melihat kondisi bangsa saat ini. "Saya tidak rela umat Islam dipecah belah, saya tidak rela ulama kita dikejar-kejar," tegasnya disambut teriakan Allahuakbar oleh ribuan masyarakat Riau.

Baca: KPU Buka Suara soal Putusan MA Terkait Suket SMA Gibran, Singgung Tahapan Pemilu 2024

Tak hanya itu sana, Prabowo juga tak rela kepala desa dan pemimpin ditakut-takuti. Termasuk juga emak-emak, Prabowo mengaku tak rela emak-emak ditakut-takuti.

"Saya juga tidak rela kekayaan kita diambil dan dibawa keluar. Karena itu saya berjuang terus. Saya berterimakasih atas dukunganmu. Setiap jumpa rakyat saya merasa dapat tambahan energi. Saya dapat tambahan kekuatan dari rakyat," ujarnya disambut teriakan 'hidup Prabowo' oleh ribuan warga. iin



Terkait
Kepemudaan PKS Riau Sukses Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) , Target Cetak Pemimpin Muda
Kepemudaan PKS Riau Sukses Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) , Target Cetak Pemimpin Muda
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Mint
PKS Kampar Laksanakan Konsolidasi dan Penyerahan SK DPC
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD P
Lainnya
Syahrul Aidi Apresiasi Program Padat Karya Tunai dari Kementerian PUPR
Syahrul Aidi Apresiasi Program Padat Karya Tunai dari Kementerian PUPR
Huzrin Hood Ambil Formulir Pendaftaran ke DPW Nasdem
MBS Tawar Manchester United Rp 69 Triliun
Ganguan Gajah Liar Rusak Tanaman Warga, BKSDA Aceh Turu
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hukum
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Dedi Congor Jadi Tersangka KPK dan Polri, Ini Kasusnya
Empat Polisi di Batam Diamankan Terkait Etomidate, Kapo
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik