Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak

Mawardi Tombang Amar
Rabu, 19 Agustus 2026 09:07:50
Samsuri Daris

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Riau belum juga menemukan solusi. Kondisi ini menjadi sorotan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Riau.

Fraksi PKS meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera mengambil langkah konkret, terutama dengan memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya di SPBU benar-benar tepat sasaran.

Ketua Fraksi PKS DPRD Riau melalui Anggota Fraksi, Samsuri Daris, ST, MT yang juga anggota komisi IV menyampaikan bahwa menurutnya terdapat dua persoalan utama yang perlu segera ditangani pemerintah. Pertama, pengawasan distribusi BBM bersubsidi harus diperketat untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan BBM subsidi diterima masyarakat yang berhak. Kedua, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pasokan BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat Riau.

“Pemprov Riau harus melakukan pengawasan secara ketat dan berkala terhadap distribusi BBM bersubsidi di SPBU. Jangan sampai BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru tidak tepat sasaran,” ujar Samsuri Daris, Rabu (19/8/2026).

Baca: Gema Keadilan Riau Perkuat Barisan Pemuda, Tujuh DPD se-Riau Resmi Dilantik

Menurut Samsuri, pengawasan menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan antrean BBM. Pemerintah daerah perlu memastikan distribusi dari sisi alokasi hingga penyaluran di SPBU berjalan sesuai ketentuan.

Selain pengawasan, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan pasokan BBM di Riau. Jika antrean terjadi karena adanya kekurangan pasokan atau alokasi BBM bersubsidi, Pemprov Riau harus segera berkoordinasi dengan Pertamina, mitra Pertamina, dan pemerintah pusat untuk mencari solusi.

“Pemprov Riau harus segera berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Pertamina beserta mitra dan pemerintah pusat terkait alokasi BBM subsidi jika memang terjadi kekurangan,” katanya.

Samsuri menilai antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU menunjukkan adanya persoalan yang perlu segera ditangani. Pemerintah daerah harus memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu.

Baca: PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi

Ia juga menilai koordinasi dengan Pertamina dan pemerintah pusat penting untuk mengetahui kondisi pasokan BBM di Riau secara menyeluruh. Jika memang terdapat kekurangan alokasi BBM bersubsidi, pemerintah daerah perlu mengupayakan penambahan alokasi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Fraksi PKS DPRD Riau meminta persoalan antrean BBM tidak hanya ditangani secara sementara. Pemprov Riau perlu memastikan pengawasan distribusi berjalan optimal sekaligus menjamin ketersediaan pasokan BBM di berbagai daerah.

Samsuri menegaskan, masyarakat tidak boleh terus dirugikan akibat antrean panjang maupun keterbatasan BBM. Karena itu, pemerintah diminta bergerak cepat mencari solusi bersama Pertamina, pemerintah pusat, dan seluruh pihak terkait.

“Yang terpenting masyarakat jangan sampai dirugikan akibat keterbatasan pasokan BBM. Pemerintah harus hadir dan memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi,” pungkasnya.



Terkait
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
Hendry Munief: Indonesia Dirajut dari Pulau-Pulau, UU D
Perkuat Konsolidasi, Presiden PKS Sambangi Riau: Dari T
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
Lainnya
Mutasi Gelombang Kedua Tuntas, Seluruh Pegawai Lama Setwan DPRD Riau Dipindahkan
Mutasi Gelombang Kedua Tuntas, Seluruh Pegawai Lama Setwan DPRD Riau Dipindahkan
Tampil Dominan, PSPS Tekuk Persekat Tegal Dua Gol Tanp
Diskominfo Kepri Gelar Bimtek PPID
Desmita Teriak, Jambret Jadi Bulan-bulanan Warga di Bat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua T
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Nasional
Anwar Usman Kembali ke Lingkar Kekuasaan, Kini Jadi Wantimpres
Anwar Usman Kembali ke Lingkar Kekuasaan, Kini Jadi Wantimpres
Komjen Herry Heryawan Resmi Jadi Kabaharkam Polri, Tega
Green Policing Diperkenalkan, Kapolda Riau Bekali Tarun
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan