Tidak Sportif, Sandi Diteriaki Pendukung Jokowi-Amin di Surabaya

Islami
Jumat, 8 Februari 2019 21:03:40

KANALSUMATERA.com - Sandiaga Uno kembali diteriaki pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat berkampanye. Kubu pasangan nomor urut 01 itu menegaskan tak ada desain dari aksi spontan tersebut.

"Apa yang terjadi di masyarakat terhadap sahabat saya Pak Sandiaga Uno itu adalah spontanitas masyarakat setempat. Itu adalah sebagai bentuk ekspresi spontan yang tidak pernah didesain oleh siapapun. Jadi masyarakat memberikan sambutan sesuai dengan cara mereka masing-masing," ungkap influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, M Misbakhun kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Setelah disoraki di Jawa Tengah, Sandiaga diteriaki pendukung Jokowi-Ma'ruf saat kampanye di Jawa Timur. Ia 'disambut' pendukung Jokowi saat menuju Pondok Pesantren Jadwa Al Hasyimi, Surabaya, Kamis (7/2).

Misbakhun menyatakan pihaknya selalu mengingatkan kepada para pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk tetap berlaku sopan dengan capres-cawapres rival. Ia berharap Pilpres tak mengganggu suasana kekeluargaan dan kerukunan yang dapat menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.

"Kita memberi pengertian itu. Tapi kalau sampai terjadi seperti itu adalah hak masing-masing masyarakat untuk mengekspresikan terhadap bagaimana mereka menyambut capres cawapres yang dianggap tidak sesuai dengan pilihan hati mereka," kata Misbakhun.

Baca: Kabinet Merah Putih Dirombak, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

"Tetapi bagaimanapun juga kita tetap mengimbau ke masyarakat supaya tetap berlaku tertib, tidak mengintimidasi, tidak arogan, sehingga suasana kekeluargaan, kemitraan, kebangsaan, bernegara, suasana politiknya bisa terjaga dengan baik," sambungnya.

Misbakhun mengatakan, tim sukses Jokowi senantiasa menjaga agar tidak terjadi gesekan di akar rumput. Ia mengajak semua pihak untuk menciptakan suasana kondusif jelang pelaksanaan Pilpres 2019.

"Masyarakat harus memilih sesuai pilihan masing-masing mereka. Masyarakat tentu bisa menilai siapa saja capres cawapres yang selama ini bekerja untuk rakyat, melalui program-program yang selama ini mereka rasakan langsung dalam kehidupan mereka sehari-hari," sebut Misbakhun.

Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur II ini berharap agar peristiwa Sandiaga diteriaki pendukung Jokowi tak diperpanjang. Misbakhun memastikan tak ada rekayasa dalam peristiwa tersebut.

"Ini sebuah situasi yang tidak pernah dikondisikan, jangan sampai ini diperbesar seakan-akan ini bentuk intimidasi, hinaan, atau cercaan yang direkayasa siapapun. Ini adalah kondisi dinamika yang harus dinilai dengan bijaksana, dengan kepala dingin, dan hati tenang," sebut politikus Golkar itu.

Baca: Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan

Sebelumnya Sandiaga kembali diteriaki Jokowi saat sedang berkampanye di wilayah Jawa. Saat konvoi kendaraan Sandiaga melintas, sekumpulan orang meneriaki kata 'Jokowi' dan mengibarkan bendera berukuran kecil bergambar Jokowi. Bahkan pendukung Jokowi juga mengacungkan jari telunjuk.

Cawapres nomor urut 02 itu sempat membuka kaca dan mengucapkan terimakasih atas sambutan dari pendukung capres petahana.

"Terima kasih. Banyak yang bilang ini penghadangan. Ini bukan penghadangan, namun penyambutan," kata Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Yuga Aden menirukan apa yang disampaikan Sandiaga. iin



Terkait
Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Silaturahmi dengan Ketum DPP di Pekanbaru
Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Silaturahmi dengan Ketum DPP di Pekanbaru
PKS Kampar Laksanakan Konsolidasi dan Penyerahan SK DPC
Fraksi PKS DPRD Riau Launching Hari Aspirasi, Pesan Sek
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD P
Lainnya
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Sekdako Pekanbaru: ASN Harus Sukseskan HUT Korpri Tahun
Polda Riau Buru Tiga Pelaku Pencuri Minyak Bumi, Tersan
Kabut Asap Sebabkan Gangguan Psikologis bagi Penderitan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B