Partai Buruh Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Usul 1 Persen

Kanama
Jumat, 18 September 2026 11:20:29

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Partai Buruh menolak usulan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 5 persen yang mencuat dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Partai yang dipimpin Said Iqbal tersebut justru mengusulkan ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 1 persen. Jumat (18/09/2026).

Penolakan itu disampaikan Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Ia menyebut delapan partai nonparlemen yang tergabung dalam Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) memiliki sikap yang sama terhadap usulan parliamentary threshold 5 persen.

"8 partai non-parlemen yang bergabung di GKSR (Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat) menolak usulan tersebut karena melanggar keputusan MK yang menyatakan PT di bawah 4%," kata Said Iqbal.

Baca: Tiji Tibeh dan Politik Sandera, Polemik Suket Ijazah Gibran Seret Posisi Prabowo

Menurut Said, usulan ambang batas 1 persen dinilai lebih rendah dibandingkan angka 4 persen yang sebelumnya menjadi bagian dari ketentuan ambang batas parlemen. Ia juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan tersebut.

"Usulan GKSR adalah PT 1%, lebih kecil dari 4% karena kata MK 4% saja ditolak MK, usulan GKSR PT 1% agar tidak banyak suara rakyat terbuang," ucap dia.

Baca: TOP dan JoinPKS Kampar, Syahrul Aidi Ajak Warga Bergabung dan Hadirkan Kebaikan untuk Indonesia

Partai Buruh Soroti Pelibatan Partai Nonparlemen

Selain mempermasalahkan besaran ambang batas parlemen, Said Iqbal menyoroti proses pembahasan perubahan parliamentary threshold.

Ia menyatakan partai nonparlemen seharusnya turut dilibatkan dalam pembahasan mengenai perubahan angka ambang batas tersebut. Menurut Said, hal itu berkaitan dengan putusan MK yang disebutnya mewajibkan adanya pembahasan dengan partai-partai nonparlemen.

Baca: Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS Buka Suara

"Kata MK perubahan nilai PT wajib didiskusikan dengan parpol non-parlemen juga, harusnya setelah parpol parlemen, maka wajib ada pertemuan dengan parpol non parlemen, karena perintah MK penentuan nilai PT wajib mendengar pandangan MK," tutur dia.

Said menyebut pembahasan mengenai ambang batas parlemen tidak semestinya hanya dilakukan di antara partai politik yang saat ini memiliki kursi di parlemen.

Baca: Baleg DPR Kaji Usulan Penambahan Kursi DPRD DKI, Aspirasi Warga Jadi Sorotan

Usulan Ambang Batas 5 Persen Dibahas Partai Politik

Sebelumnya, sejumlah ketua umum partai politik koalisi pemerintah diketahui bertemu untuk membahas sejumlah materi yang berkaitan dengan revisi UU Pemilu.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono membenarkan adanya pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu, salah satu isu yang dibahas adalah ambang batas parlemen.

Baca: Golkar dan PKS Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen, NasDem Bertahan di 7 Persen

Sugiono menyebut Partai Gerindra menyetujui ambang batas parlemen sebesar 5 persen. Namun, ia menegaskan tidak berbicara mewakili sikap seluruh partai politik.

"Satu hal yang sepertinya semua sepakat, tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Gerindra sepakat soal PT 5%. Seperti kemarin Golkar dan PKS juga menyampaikan, saya kira itu yang kita sepakati," kata Sugiono.

Baca: Cawapres Prabowo 2029 Mulai Dibahas, Sejumlah Nama Mulai Mencuat

Perbedaan pandangan tersebut membuat wacana perubahan parliamentary threshold menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan revisi UU Pemilu.

Di satu sisi, terdapat usulan mempertahankan atau menaikkan ambang batas menjadi 5 persen. Sementara itu, kelompok partai nonparlemen yang tergabung dalam GKSR mendorong angka yang lebih rendah, yakni 1 persen.

Pembahasan mengenai besaran ambang batas parlemen selanjutnya akan menjadi bagian dari proses revisi regulasi Pemilu. (SM)



Terkait
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Sil
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
Wabup Bagus Santoso Apresiasi 25 Tahun Kiprah BAZNAS Be
Lainnya
OJK Siapkan Aturan Dividen Bank, Laba Harus Disisihkan untuk Perkuat Keamanan IT
OJK Siapkan Aturan Dividen Bank, Laba Harus Disisihkan untuk Perkuat Keamanan IT
Murid IP ICBS Riau akan Ikuti Olimpiade Bahasa Arab Tin
Dibawah Kepemimpinan HM Haris, Kabupaten Pelalawan Siap
Plt Gubernur Aceh Serahkan SK Tiga Plt Ketua Lembaga Ke
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan Nasional, PMA Tersangka Karhutla Ditindak
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan Nasional, PMA Tersangka Karhutla Ditindak
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi
Dedi Congor Jadi Tersangka KPK dan Polri, Ini Kasusnya
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini