BPN Prabowo Tuding Jokowi Bohong Dan Tukang Fitnah Saat Debat Capres Kedua

Mawardi Tombang
Senin, 18 Februari 2019 08:15:56
Sudirman Said

KANALSUMATERA.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Joko Widodo berbohong, menyebarkan fitnah dan memberikan teladan buruk bagi masyarakat saat debat capres kedua pada Minggu (17/2) malam.

"Pemimpin yang paling penting itu kejujuran. Pemimpin tertinggi kita tidak teladan soal kejujuran, dia banyak data yang dia klaim saat debat tapi salah dan bohong," kata Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said saat konferensi pers usai debat dan dikutip dari cnnindonesia.

Sudirman membeberkan contoh kebohongan yang disampaikan Jokowi saat debat capres kedua. Salah satunya, kata dia, saat Jokowi mengklaim hampir tak ada konflik agraria di masa kepemimpinannya.

Kata Sudirman sepanjang kepempimpinan Jokowi telah terjadi banyak konflik agraria.

"Di sini, konflik agraria besar, termasuk juga data impor jagung yang dia klaim itu bohong," kata Sudirman.

Baca: Demokrat Ketambahan Kader Baru, Aldi Taher dan Andry Hakim Resmi Bergabung

Konflik agraria di Indonesia mendapat sorotan dari Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA).

Data terakhir KPA pada 2018 mencatat luas wilayah yang mengalami konflik agraria mencapai 807,17 ribu hektare.

Konflik agraria didominasi oleh latar belakang perebutan lahan di sektor perkebunan sebanyak 65,66 ribu hektare, kehutanan 54,06 ribu hektare, pertambangan 49,69 ribu hektare, properti 13 ribu hektare, dan infrastruktur 4.859 hektare.

Luasan konflik tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 520,49 ribu hektare pada 2017. Namun, jumlah luasan wilayah konflik agraria tersebut tidak seluas pada 2014 ketika proyek infrastruktur belum dijalankan oleh pemerintahan Jokowi. Pada 2014, jumlah luasan konflik agraria mencapai 2,86 juta hektare.

Sudirman menyebut akan banyak meme dan komplain di media sosial terkait kebohongan Jokowi tersebut, baik oleh masyarakat maupun LSM.

Baca: Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Kader harus 'Zero Case' dan Jalankan K2P2

"Saya kira malam ini dan besok akan bertebaran meme dan komplain data fakta bohong," kata dia.

Sementara itu Koordinator Juru BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak menuding Jokowi sebagai tukang fitnah tanpa data.

Hal itu berkaitan dengan pernyataan Jokowi soal Prabowo memiliki lahan seluas ratusan ribu hektare di Aceh dan Kalimantan.

Saat debat Jokowi memang sempat mengatakan bahwa Prabowo punya ratusan ribu hektare lahan di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur. Prabowo sendiri mengakui hal itu. Dia bahkan menyatakan siap menyerahkan lahan itu kepada negara.

"Itu adalah milik negara jadi setiap saat negara bisa ambil, kembalikan itu semua," kata Prabowo saat debat.

Baca: Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR Tegaskan Tak Ada Lagu untuk Joget

Di sisi lain Dahnil tak merinci atau mengklarifikasi tudingan Jokowi itu. Dia justru menyebut fitnah Jokowi itu bisa membahayakan negara.

"Banyak data Jokowi nuansa fitnah, itu bahaya bagi negara," katanya.



Terkait
Kepala Daerah dan Wakil Mulai Retak, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Menguat
Kepala Daerah dan Wakil Mulai Retak, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Menguat
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Wabup Bagus Santoso Apresiasi 25 Tahun Kiprah BAZNAS Be
Pj Sekda Kampar Hadiri Sidang Pleno Laporan Tahunan PN
Lainnya
Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
Hasil UKT Sekda Rampung, Penentuan Sekda Definitif Peka
Komnas HAM Dalami Informasi Kasus Penembakan Pengawal R
Bunga bangkai mekar Di Nagari Binaan TNKS
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D