Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Istana untuk Pimpin PBNU
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Partai Gerindra membantah isu yang menyebut terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftahul Achyar sebagai Rais Aam merupakan paket yang disiapkan Istana. Selasa (01/09/2026).
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan isu tersebut memang beredar di tengah proses Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Namun, dia menegaskan tidak melihat adanya campur tangan Istana dalam penentuan duet pimpinan baru PBNU tersebut.
"Itu berseliweran, tapi saya tidak melihat adanya isu itu," kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/08/2026).
Baca: Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gibran Hanya 2 Persen
Muzani sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Gus Kikin dan Miftahul Achyar untuk memimpin PBNU periode 2026-2031.
Menurut dia, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan dengan baik serta berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan keakraban.
Baca: Perkuat Konsolidasi, Presiden PKS Sambangi Riau: Dari Temu Kader Hingga Nikmati Kue Talam Durian
"Kami berharap organisasi ini akan tetap memberikan kontribusi yang besar bagi masa depan pembangunan Indonesia, bagi kerukunan, bagi persatuan, bagi persaudaraan, dan bagi harmoni serta kerukunan dalam beragama," ujarnya.
Gus Kikin Terpilih sebagai Ketum PBNU
Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/08/2026).
Baca: Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Pemilihan dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Dalam proses tersebut, Gus Kikin mendapatkan suara tertinggi dengan perolehan 472 suara dari muktamirin.
Keputusan tersebut kemudian diumumkan anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU.
Baca: Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada HUT Riau ke-69 Harus Dilaksanakan
"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031," kata Kiai Anwar.
Rapat AHWA sebelumnya digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan pada Senin pagi. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB dan diakhiri dengan doa.
Berita acara penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU juga telah ditandatangani sembilan anggota AHWA.
Baca: Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
Terpilihnya Gus Kikin bersama Miftahul Achyar kemudian memunculkan isu bahwa keduanya merupakan pasangan yang mendapat dukungan dari Istana. Namun, Gerindra menegaskan tudingan tersebut tidak sesuai dengan pandangan partai.
Dengan demikian, kepemimpinan baru PBNU periode 2026-2031 diharapkan dapat menjalankan agenda organisasi sekaligus menjaga peran NU dalam memperkuat persatuan, kerukunan umat beragama, dan pembangunan nasional. (SM)
