Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Istana untuk Pimpin PBNU

Kanama
Selasa, 1 September 2026 14:51:55

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Partai Gerindra membantah isu yang menyebut terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftahul Achyar sebagai Rais Aam merupakan paket yang disiapkan Istana. Selasa (01/09/2026).

Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan isu tersebut memang beredar di tengah proses Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Namun, dia menegaskan tidak melihat adanya campur tangan Istana dalam penentuan duet pimpinan baru PBNU tersebut.

"Itu berseliweran, tapi saya tidak melihat adanya isu itu," kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/08/2026).

Baca: Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Silaturahmi dengan Ketum DPP di Pekanbaru

Muzani sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Gus Kikin dan Miftahul Achyar untuk memimpin PBNU periode 2026-2031.

Menurut dia, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan dengan baik serta berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan keakraban.

Baca: Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR Tegaskan Tak Ada Lagu untuk Joget

"Kami berharap organisasi ini akan tetap memberikan kontribusi yang besar bagi masa depan pembangunan Indonesia, bagi kerukunan, bagi persatuan, bagi persaudaraan, dan bagi harmoni serta kerukunan dalam beragama," ujarnya.

Gus Kikin Terpilih sebagai Ketum PBNU

Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/08/2026).

Baca: Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke FraksiĀ  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM

Pemilihan dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Dalam proses tersebut, Gus Kikin mendapatkan suara tertinggi dengan perolehan 472 suara dari muktamirin.

Keputusan tersebut kemudian diumumkan anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU.

Baca: Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau, Dorong Penguatan UMKM

"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031," kata Kiai Anwar.

Rapat AHWA sebelumnya digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan pada Senin pagi. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB dan diakhiri dengan doa.

Berita acara penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU juga telah ditandatangani sembilan anggota AHWA.

Baca: DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat

Terpilihnya Gus Kikin bersama Miftahul Achyar kemudian memunculkan isu bahwa keduanya merupakan pasangan yang mendapat dukungan dari Istana. Namun, Gerindra menegaskan tudingan tersebut tidak sesuai dengan pandangan partai.

Dengan demikian, kepemimpinan baru PBNU periode 2026-2031 diharapkan dapat menjalankan agenda organisasi sekaligus menjaga peran NU dalam memperkuat persatuan, kerukunan umat beragama, dan pembangunan nasional. (SM)



Terkait
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisiasi Revisi UU Penanganan Fakir Miskin
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisiasi Revisi UU Penanganan Fakir Miskin
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Tegaskan Komitmen Indonesi
Syahrul Aidi Sosialisasi Empat Pilar di Hadapan Ratusan
Pj Sekda Kampar Hadiri Sidang Pleno Laporan Tahunan PN
Lainnya
Pj Wali Kota Pekanbaru Buka Petang Belimau Jelang Ramadan 1444 H
Pj Wali Kota Pekanbaru Buka Petang Belimau Jelang Ramadan 1444 H
Ferdy Sambo Divonis Hukuman Pidana Mati
Seorang Buron Curanmor Diciduk Polisi Pessel
Ilmuwan Australia Prediksi MH370 Jatuh Dekat Madagaskar
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Istana untuk Pimpin PBNU
Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Istana untuk Pimpin PBNU
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar:
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern unt