Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia

Kanama
Sabtu, 29 Agustus 2026 09:51:14

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Presiden Gerakan Oposisi Syukur Mandar mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil peran lebih besar dalam melakukan perubahan mendasar di Indonesia. Menurutnya, pembenahan berbagai persoalan nasional membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan keberanian untuk mengubah sistem yang dinilai bermasalah. Sabtu (29/08/2026).

Syukur menyampaikan pandangan tersebut saat membahas kondisi Indonesia dan arah perubahan yang diperlukan dalam sebuah siniar To The Point Aja yang ditayangkan melalui YouTube SindoNews.

Ia menilai ukuran kemajuan suatu negara tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan militer. Pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, kualitas pendidikan, serta kekuatan masyarakat sipil juga menjadi indikator penting dalam menentukan kemajuan sebuah negara.

Baca: Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS Buka Suara

Dalam pandangannya, Indonesia masih menghadapi persoalan serius, salah satunya terkait lapangan pekerjaan. Syukur menyoroti banyaknya lulusan perguruan tinggi, termasuk jenjang S1, S2, dan S3, yang masih harus menunggu kesempatan kerja.

Di sisi lain, ia menilai terdapat sejumlah pekerjaan yang semestinya dapat diberikan kepada masyarakat sipil, tetapi justru diberikan kepada instrumen pertahanan dan keamanan.

Baca: Pemkab Bogor Petakan Sekolah Prioritas untuk Perbaikan Fasilitas Pendidikan

Atas kondisi tersebut, Syukur menyebut perubahan besar diperlukan agar sistem pemerintahan dan pembangunan nasional dapat berjalan sesuai dengan cita-cita kemerdekaan.

"Saya selalu teriak perlu revolusi dan presiden harus memimpin revolusi," ujar Syukur Mandar dalam siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Sabtu (29/08/2026).

Syukur Sebut Revolusi Tak Harus dengan Kekerasan

Baca: PSI Bela Gibran di Tengah Gugatan MK, Pertanyakan Kapan Perkara Ijazah Selesai

Syukur kemudian menjelaskan bahwa istilah revolusi yang dimaksud bukan perubahan melalui kekerasan atau pertumpahan darah. Ia justru mendorong konsep revolusi modern yang melibatkan pertemuan antara aspirasi masyarakat sipil dan kemauan elite politik.

"Kenapa kita tidak bicara revolusi modern. Revolusi modern bisa terjadi kalau keinginan civil society dan kemauan elite bertemu pada satu kutub. Atas dasar apa? Atas dasar cita-cita negara dan meluruskan cita-cita kemerdekaan. Semua harus sadar dong," jelasnya.

Baca: Ketua PGI Jacky Manuputty Ungkap Alasan Absen Pelantikan Wantimpres

Menurut Syukur, arah perubahan tersebut perlu dikembalikan pada cita-cita negara sebagaimana tercantum dalam konstitusi.

Ia juga menyinggung Pasal 33 UUD 1945 yang kerap disampaikan Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan. Bagi Syukur, ketentuan tersebut merupakan salah satu landasan penting dalam mengatur perekonomian dan pengelolaan sumber daya negara.

"Negara hidup di situ dan negara menghidupi rakyat dari situ. Itu substansi Pasal 33. Kan kita bicara tiga hal kalau dalam Pasal 33. Satu, ekonomi keluarga, (dua) cabang produksi dikuasai, (tiga) sumber daya alam dikuasai, prinsipnya," jelasnya.

Baca: Hakim MK Soroti Perbedaan Verifikasi Ijazah KPU di Pilkada dan Pilpres

Pemimpin Dinilai Harus Berani Membenahi Sistem

Syukur juga menekankan pentingnya keberanian seorang presiden dalam menghadapi persoalan yang muncul dari sistem pemerintahan. Ia menilai pemimpin yang memiliki keberpihakan kepada rakyat seharusnya mampu melakukan pembenahan terhadap sistem yang dianggap tidak sehat.

Baca: PKS Tanggapi Elektabilitas 3,3 Persen, Sebut Hasil Survei Sangat Dinamis

"Presiden yang baik, akan mampu memberantas siapa pun mafia sistem yang busuk. Kalau dia baik dan dia punya keberanian, dia bisa menghabisi semua orang yang meskipun dalam sistem yang busuk, dia pasti menang, dia punya kekuasaan," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan seorang presiden dalam melakukan perubahan tidak hanya bergantung pada kondisi sistem yang ada. Kemauan politik dan dukungan masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting.

"Presiden yang tidak punya niat baik, berpikir kelompok, dalam sistem yang baik sekalipun, akan hancur."

Baca: Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpres 2029

Pernyataan Syukur tersebut menempatkan gagasan revolusi modern sebagai perubahan sistemik yang menurutnya perlu diarahkan pada penguatan kesejahteraan masyarakat, kesempatan kerja, pengelolaan sumber daya alam, serta pelaksanaan cita-cita kemerdekaan. (SM)



Terkait
Cawapres Prabowo 2029 Mulai Dibahas, Sejumlah Nama Mulai Mencuat
Cawapres Prabowo 2029 Mulai Dibahas, Sejumlah Nama Mulai Mencuat
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar:
Fraksi PKS DPRD Riau Launching Hari Aspirasi, Pesan Sek
Lainnya
Fraksi Golkar Usul Jakarta sebagai Kota Administratif, Gubernur Ditunjuk Presiden
Fraksi Golkar Usul Jakarta sebagai Kota Administratif, Gubernur Ditunjuk Presiden
SPR Langgak Latih UMKM Binaan Dalam Pengelolaan Limbah
Pemko Batam Dukung Penuh Kegiatan Pelangi Nusantara Gag
Gunakan Perangkat Parabola Jadi Modus Baru Penyebaran N
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Bera
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan