Pembelaan Diri Jokowi Usai Lempar Tuduhan 'Propaganda Rusia'

Alwira Fanzary
Rabu, 6 Februari 2019 06:19:03
Joko Widodo

KANALSUMATERA.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan istilah propaganda Rusia yang disampaikannya beberapa hari lalu. Menurut dia, istilah propaganda Rusia ini tidak merujuk pada suatu negara, yakni Rusia.

Namun, kata Jokowi, istilah tersebut diambil dari artikel RAND Corporation yakni "The Russian 'Firehose of Falsehood' Propaganda Model". “Iya ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di RAND Corporation,” ujar Jokowi usai menghadiri peringatan HUT HMI ke-72 di Jakarta, Selasa (5/2) malam.

Seperti yang diberitakan Republika.co.id, Jokowi menerangkan, yang dimaksud propaganda Rusia adalah bertebarannya hoaks dan dusta di masyarakat. Ujaran hoaks itupun dinilainya akan memberikan pengaruh buruk kepada masyarakat sehingga menimbulkan keraguan. Menurut dia, hoaks biasanya disebarkan tanpa didukung oleh data-data yang konkret.

Jokowi pun kembali menegaskan, istilah propaganda Rusia ini tak ada kaitannya dengan Rusia. Ia juga menyebut, hubungannya dengan Presiden Putin saat ini dalam kondisi yang sangat baik.

“Sekali lagi ini bukan urusan negara, kita Indonesia dan Rusia, bukan. Saya dengan Presiden Putin sangat-sangat baik hubungannya,” tegasnya.

Baca: Dasco Pasang Taruhan Jabatan, Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan

Istilah propaganda Rusia ini disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Forum Alumni Jatim di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (2/2). Saat itu, ia menjelaskan, adanya tim sukses yang menggunakan propaganda ini untuk menyerang tim lawan. Salah satu ciri utamanya yakni dengan menyebarkan fitnah, hoaks, dan juga dusta.

“Ada tim sukses yang menyiapkan sebuah propaganda yang namanya propaganda Rusia. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan-semburan fitnah, semburan-semburan dusta, semburan-semburan hoaks. Ini yang harus segera diluruskan oleh bapak ibu sekalian, sebagai intelektual," kata Jokowi.

Istilah propaganda Rusia yang disampaikan Jokowi itupun juga membuat Kedutaan Besar Rusia angkat bicara. Menurut Kedubes Rusia, istilah propaganda Rusia di Pilpres Amerika Serikat itu merupakan rekayasa.

“Sebagaimana diketahui istilah ‘propaganda Rusia’ direkayasa pada 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas,” ujar Kedubes Rusia. Kso



Terkait
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Tegaskan Komitmen Indonesi
Pj Sekda Kampar Hadiri Sidang Pleno Laporan Tahunan PN
Lainnya
Bos Baru BGN Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Terjaga
Bos Baru BGN Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Terjaga
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bagikan Sembako ke Warga R
Belum Dialiri Listrik, Bangunan Puskesmas Muara Siberut
Persiapan Tour de Bintan Dimatangkan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru