PKS Tanjungpinang Dorong Perempuan Aktif di Politik Lewat Latansa
KANALSUMATERA.com - TANJUNGPINANG – Upaya meningkatkan keterlibatan perempuan dalam dunia politik terus didorong Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Tanjungpinang. Salah satunya dilakukan melalui program Latansa yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan keberanian perempuan agar lebih aktif di ruang publik dan politik. Kamis (08/10/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen mendorong pengarusutamaan gender, terutama dalam membuka kesempatan yang lebih luas bagi perempuan untuk mengambil peran dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.
Keterlibatan perempuan dalam politik dinilai penting karena perempuan tidak hanya memiliki posisi strategis dalam keluarga, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menentukan arah kebijakan yang menyentuh berbagai persoalan masyarakat.
Baca: Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Melalui Latansa, PKS Tanjungpinang mendorong perempuan untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan serta membangun kepercayaan diri sehingga tidak ragu mengambil peran di tengah masyarakat.
Penguatan kapasitas perempuan juga sejalan dengan semangat pengarusutamaan gender yang menempatkan laki-laki dan perempuan agar memperoleh akses, partisipasi, serta kesempatan yang setara dalam pembangunan.
Baca: Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpres 2029
Di tingkat Kota Tanjungpinang, pengarusutamaan gender telah menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Tanjungpinang juga memiliki kelembagaan khusus yang bertugas mempercepat integrasi perspektif gender dalam proses perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, pemantauan hingga evaluasi pembangunan.
Dorongan terhadap keterlibatan perempuan juga menjadi penting karena implementasi pengarusutamaan gender di Tanjungpinang selama beberapa tahun terakhir tidak hanya menyasar pemberdayaan ekonomi, tetapi juga peningkatan partisipasi perempuan dan penguatan kualitas keluarga.
Dengan adanya program seperti Latansa, perempuan diharapkan semakin siap mengambil peran strategis, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan politik.
Baca: Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas ruang partisipasi perempuan agar tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi turut terlibat sebagai aktor yang ikut menentukan kebijakan dan masa depan daerah. (SM)
