Sembako Jadi Favorit, Politik Uang Masih Dimaklumi di DKI

Islami
Senin, 11 Februari 2019 21:18:28
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Hasil survei Charta Politika menunjukkan bahwa ternyata politik uang (money politics) masih dimaklumi di DKI Jakarta. Bahkan, tingkat toleransi terhadap politik uang mencapai di atas 50 persen.

Survei dilaksanakan pada tanggal 18-25 Januari 2019 dengan metode wawancara tatap muka pada 2.400 responden total atau 800 responden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.

"Toleransi terhadap money politics ternyata di DKI ini juga cukup tinggi, bahwa masyarakat sangat memaklumi, sangat toleran ketika ada caleg, ada partai politik atau tim sukses yang memberikan uang. Di DKI-I 58,2 persen yang mengatakan bahwa politik uang itu hal yang lumrah begitu ya," kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan seperti dikutip dari detikcom, Senin (11/2/2019).

"Ini yang memang kenapa tadi undecided voters-nya juga masih tinggi di DKI-I. Ini agak linier kalau kita mau simpulkan bahwa kita asumsikan masyarakat di DKI-I itu menunggu sesuatu," imbuhnya.

Untuk dapil DKI-II dan DKI-III, toleransi terhadap money politics juga masih tinggi. Namun, di DKI-III lebih banyak masyarakat yang menolak adanya politik uang.

Baca: PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan

"Berbeda dengan dapil DKI-II agak lebih relatif rendah (dari DKI-I). Dan DKI-III juga, jadi lebih tinggi yang menolak. Dapil III ini memang paling tinggi penolakan money politics-nya dibanding DKI-I dan DKI-II," ungkapnya.

Terkait dengan hadiah yang paling disukai dari para caleg, mayoritas responden menjawab sembako. Dalam hal ini, responden di DKI-III yang paling menyukai hadiah sembako dibanding dua dapil yang lain.

"Ketika kita tidak menyebutkan, katakanlah, wah apa nih yg paling diharapkan selain uang tentunya, ternyata sembako juga paling tinggi. DKI-I ini ada 30 persen, DKI-II 36 persen, yang menarik tapi DKI-III ini ada 40 persen," papar Muslimin.

Menurut Muslimin, hal tersebut terjadi lantaran persaingan antar caleg di dapil DKI-III sangat ketat. Cara caleg menarik suara dengan pemberian sembako banyak ditemui di dapil ini.

"Kalau kira lihat pemberitaan, DKI-III memang pertarungan calegnya jauh lebih luar biasa. Penetrasi yang dilakukan caleg jauh lebih tinggi dan sembako-sembako murah itu memang kita lihat banyak di DKI-III, bahkan ada beberapa yang viral di media sosial," ucapnya.

Baca: PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi

Lebih lanjut, Muslimin mengimbau agar partai politik turut berperan dalam memberikan pendidikan politik. Hal itu karena menurutnya tingkat pragmatisme masyarakat masih sangat tinggi.

"Kenapa kita harus hati-ini, ini pendidikan politik kita juga harus berikan tanggung jawab kepada partai politik, tentunya bahwa ternyata tingkat pragmatisme di masyarakat bahkan di DKI sekalipun itu masih sangat tinggi," ujar Muslimin.

Berikut ini tingkat toleransi terhadap money politics di dapil DKI-I:
Dapat dimaklumi 58,2 persen
Tidak dapat dimaklumi 31,3 persen
Tidak menjawab 10,5 persen.

Berikut ini tingkat toleransi terhadap money politics di dapil DKI-II:
Dapat dimaklumi 47,0 persen
Tidak dapat dimaklumi 41,0 persen
Tidak menjawab 12,0 persen.

Berikut ini tingkat toleransi terhadap money politics di dapil DKI-III:
Dapat dimaklumi 42,6 persen
Tidak dapat dimaklumi 47,6 persen
Tidak menjawab 9,8 persen.

Baca: Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung Prabowo

Berikut hadiah yang paling disukai masyarakat dalam kampanye pemilu legislatif di dapil DKI-I:
Sembako 30,7 persen
Kaos 23,7 persen
Kalender 8,4 persen.

Berikut hadiah yang paling disukai masyarakat dalam kampanye pemilu legislatif di dapil DKI-II:
Sembako 36,0 persen
Kaos 14,5 persen
Mukena 9,4 persen.

Berikut hadiah yang paling disukai masyarakat dalam kampanye pemilu legislatif di dapil DKI-III:
Sembako 40,8 persen
Kaos 19,6 persen
Mug/gelas 4,6 persen. iin



Terkait
Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat
Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat
PKS Kampar Laksanakan Konsolidasi dan Penyerahan SK DPC
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Di Hadapan Ratusan Tokoh Perempuan, Syahrul Aidi Sebut
Lainnya
Warga Pekanbaru Serbu Gerai Pangan Murah Disketapang
Warga Pekanbaru Serbu Gerai Pangan Murah Disketapang
Kasat Pol PP Kampar Evaluasi Kinerja Pol PP yang Bertug
Wali Kota Batam Rakor Hasil Pilkada 2020 Bersama Presid
Ini tanggapan Polresta Padang terkait temuan Ombudsman
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria