Jawaban Sederhana Prabowo soal Tudingan Kepadanya yang Dinilai Tak Ngerti Ekonomi

Islami
Rabu, 6 Februari 2019 20:52:52
Prabowo

KANALSUMATERA.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia juga mengatakan sempat ada yang menyinggung dirinya tak paham soal ekonomi.

"Ada yang bilang Prabowo tak ngerti ekonomi makro, Prabowo bisa baca angka, angkanya menunjukkan tak baik untuk kita sekarang dan saya tulis dalam buku, yaitu inti masalah Indonesia sudah berapa puluh tahun dari sejak zaman penjajahan adalah kekayaan Indonesia tak tinggal di Indonesia, kekayaan Indonesia dibawa lari ke luar negeri, kekayaan kita mengalir ke luar negeri, dan itu pernah disampaikan Bung Karno," kata Prabowo di Hall Sport Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara seperti dilansir dari detikcom, Rabu (6/2/2019).

Prabowo juga mengatakan lapangan kerja saja tidak cukup jika upah buruh naik. Menurutnya, harus ada pergantian di struktur pemerintah untuk perbaikan Indonesia.

"Tidak mungkin kita cukup lapangan kerja, tak mungkin upah kalian tambah baik, saya katakan tak mungkin kalau sistem sekarang diteruskan, kalau elite ini terus berkuasa, tak mungkin ada perbaikan Indonesia," paparnya.

Baca: NasDem Usul Parliamentary Threshold 7 Persen, Berlaku Naik Setiap Pemilu

Kritik itu disampaikan Prabowo karena dia meyakini Indonesia adalah negara yang kaya. Oleh sebab itu, banyak negara pada zaman dulu datang ke Indonesia.

"Kenapa kita yakin karena kita tahu betapa kayak republik kita, kalau tak kaya untuk apa orang asing datang ke sini. Ngapain datang ke sini kalau kita miskin. Dari dulu mereka yang ke sini. Belanda yang ke sini. Dia ke sini ratusan tahun yang lalu karena kekayaan kita. Rempah kita. Hasil bumi kita. Tapi sekarang karena kita yakin dan kita lihat bagaimana caranya untuk kekayaan ini dimanfaatkan untuk rakyat seluruhnya. Caranya adalah memiliki dan bangun pemerintahan yang bersih dari korupsi," jelasnya.

Prabowo sudah mempelajari negara-negara yang gagal mengelola bangsanya. Dia berjanji akan melahirkan pemerintahan yang bebas dari korupsi.

"Karena itu, demi, untuk, supaya kekayaan ini bisa dikelola, bisa dimanfaatkan rakyat banyak, kita memerlukan lembaga yang bebas dari korupsi," katanya.

Baca: Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Istana untuk Pimpin PBNU

Pada kesempatan itu, Prabowo sempat memuji ahli ekonomi Rizal Ramli sebagai sosok yang pintar. Prabowo berkelakar eks menteri era Jokowi itu disebut lebih pantas jadi presiden karena kepintarannya.

"Mungkin dari segi otak beliau (Rizal) lebih pantes jadi presiden, dari segi otak. Dari segi potongan baju mungkin saya yang cocok," katanya.

Dalam acara itu, Prabowo sesekali memperlihatkan gimik joget Gatot Kaca, seperti saat debat perdana pilpres. Gatot lalu bercerita mendapat masukan dari emak-emak soal gaya Prabowo yang kadang tegas dan kadang menampilkan sisi humor.

"Tadi malam saya ada acara, ada yang ingetin saya kalau pidato jangan banyak guyon. Iya, Mbak lebih senior dari saya. Tapi dua jam kemudian saya ketemu lagi (emak-emak lain), 'Mas Bowo kalau pidato lebih banyak lucunya dong.' Gimana ini emak-emak. Ada lagi perempuan ketiga, 'Mas Bowo udah ajalah ikuti kata hati Mas Bowo, mau guyon kek, mau nggak.' Saya kira yang ketiga ini yang akan saya sampaikan di hati saya," kata Prabowo. iin



Terkait
PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung “Gelandangan Politik”
PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung “Gelandangan Politik”
Empat Arahan Presiden PKS Saat Silaturahmi dengan Ribua
Perkuat Konsolidasi, Presiden PKS Sambangi Riau: Dari T
Jelang Ramadhan, Anggota DPR Hendry Munief Silaturahmi
Lainnya
Syahrul Aidi Maazat: Nilai Kearifan Lokal Mengokohkan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara
Syahrul Aidi Maazat: Nilai Kearifan Lokal Mengokohkan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara
20 Anggota DPRD Kepulauan Mentawai Akan Dilantik Besok
BPN Prabowo soal Cuitan 'Presiden Baru' CEO Bukalapak:
Hamka Hamzah Minta Pemain Timnas Tak Banyak Main Medsos
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung