Yusril: Caleg Berlatar FPI Keluar Saja

Alwira Fanzary
Rabu, 30 Januari 2019 17:56:47
Yusril Ihza Mahendra

KANALSUMATERA.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra geram dengan perilaku sejumlah calon anggota legislatif yang berlatar belakang Front Pembela Islam (FPI). Salah satu caleg yang disinggung adalah Novel Bamukmin.

Dengan tegas, Yusril meminta mereka lebih baik keluar dan meninggalkan PBB. Imbauan keras ini dinilainya lebih baik daripada terus membuat gaduh.

"Saya yakin tak banyak berpengaruh. Daripada terus menerus menimbulkan masalah dan bikin gaduh, caleg PBB yang berlatar belakang FPI lebih baik keluar saja dari PBB," kata Yusril, dalam pesan singkatnya, Rabu, 30 Januari 2019.

Novel sendiri merupakan caleg dari PBB untuk DPRD DKI dari daerah pemilihan Jakarta VIII. Saat disinggung pernyataan Novel yang mengharamkan gambar ia dicoblos, Yusril mengaku kalau sebenarnya Novel sudah lama diimbau agar keluar dari PBB.

Baca: Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gibran Hanya 2 Persen

Namun, Novel terus mengelak. Bahkan, kata dia, justru yang bersangkutan makin kencang bersuara di publik.

Yusril menekankan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang disuarakan Sekretaris Jenderal Afriansyah Fery Noer sudah meminta Novel mundur dari caleg dan keanggotaan partai. Namun, itu juga direspons Novel dengan selalu mengoceh di media massa.

"Sekjen PBB sudah lama meminta dia mundur dari PBB tapi belum juga dan ngoceh terus di media. Silakan dia keluar meninggalkan PBB," jelas Yusril.

Sebelumnya, politikus sekaligus caleg PBB, Novel Bamukmin mengomentari dinamika internal partainya. Sebagai caleg PBB, ia menekankan mengharamkan dirinya untuk dicoblos di hari pemungutan suara Pemilu Legislatif 2019.

Baca: Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Kader harus 'Zero Case' dan Jalankan K2P2

Novel yang maju sebagai caleg DPRD DKI tak ingin dicoblos karena tak rela suaranya diberikan ke PBB.

"Benar (meminta tak dipilih) dan saya memang mengharamkan nama saya untuk dicoblos," kata Novel saat dikonfirmasi VIVA, Rabu 30 Januari 2019.

Ia menyatakan tak rela bila ada satu suara pun yang memilihnya. Sebab, ia tak mau suara tersebut diberikan pada partai yang ternyata berada di barisan kelompok pendukung penista agama.

Tak hanya itu, bagi dia, PBB saat ini mendukung koalisi yang mengkriminalisasi ulama.

Baca: DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat

"Karena saya tidak rela satu suara pun dari pencalegan saya diberikan kepada pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama dan aktivis Islam," kata Novel.

Bukan cuma Novel yang minta tidak dicoblos. Iwan Ahmad, seorang kader PBB Kota Padang, Sumatera Barat, juga minta hal serupa. Iwan terdaftar sebagai calon anggota legislatif untuk daerah pemilihan 3, Kota Padang, Sumatera Barat.

Sikap memilih mundur ini karena kecewa terhadap kebijakan partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra lantaran mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Saya kecewa, karena (kebijakan) ini keluar dari itjima ulama," kata Iwan di Padang, Rabu, 30 Januari 2019.

Baca: Fraksi PKS DPRD Riau Launching Hari Aspirasi, Pesan Sekwan: Sangat Bagus dan Saya Sangat Mendukung

Iwan mengatakan, kebijakan partai tersebut menimbulkan intrik internal di PBB. Meski tak mengetahui jumlah keseluruhan, namun ia menekankan banyak kader yang kecewa karena PBB mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Selain itu, ia juga tak bisa berbohong karena rakyat di dapilnya berbeda pilihan dengan PBB.

"Saya tidak bisa mendustai perasaan dan konstituen. Saya baru bisa mengundurkan diri dari PBB. Sebagai caleg harus melewati proses partai dulu,” jelas Iwan.

Pasca undur diri dari caleg PBB, Iwan akan fokus memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di dapil 3 yang meliputi Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan dan Bungus Teluk Kabung. Kso



Terkait
Jelang Ramadhan, Anggota DPR Hendry Munief Silaturahmi dengan Ratusan UMKM Kota Pekanbaru
Jelang Ramadhan, Anggota DPR Hendry Munief Silaturahmi dengan Ratusan UMKM Kota Pekanbaru
Di Hadapan Ratusan Tokoh Perempuan, Syahrul Aidi Sebut
Wabup Bagus Santoso Apresiasi 25 Tahun Kiprah BAZNAS Be
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Anggota DPRD Riau Samsuri D
Lainnya
Tito Karnavian Kaji Guru PPPK Jadi ASN Pusat, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang
Tito Karnavian Kaji Guru PPPK Jadi ASN Pusat, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Keca
Polda Kepri Tahan Eks Kadis Kebudayaan Kepri Arifin Nas
Anak Susah Makan? Mungkin Ini Penyebabnya
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan