Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gibran Hanya 2 Persen

Kanama
Selasa, 1 September 2026 16:34:16

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Peta persaingan menuju Pilpres 2029 mulai memperlihatkan sejumlah nama yang memiliki tingkat elektabilitas cukup kuat. Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM berada jauh di atas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam simulasi calon presiden. Selasa (01/09/2026).

Dalam survei tersebut, Presiden Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dengan elektabilitas 32,2 persen pada pertanyaan terbuka. Dedi Mulyadi menyusul di posisi kedua dengan angka 19,8 persen.

Sementara itu, Anies Baswedan berada sangat dekat dengan Dedi Mulyadi dengan elektabilitas 19,5 persen. Adapun sejumlah nama lain berada cukup jauh di bawah tiga besar.

Baca: Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Istana untuk Pimpin PBNU

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan hasil tersebut menunjukkan persaingan di papan atas mulai mengerucut pada beberapa tokoh.

“Dalam pertanyaan terbuka. Prabowo Subianto memperoleh 32,2%, kemudian Dedi Mulyadi 19,8% dan Anies Baswedan 19,5%,” kata Rico.

Baca: Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat

Dedi Mulyadi Berada di Posisi Kedua

Kekuatan elektoral Dedi Mulyadi juga terlihat dalam simulasi semi terbuka. Dalam kategori tersebut, Prabowo memperoleh 32,4 persen, sedangkan Dedi Mulyadi mencapai 20,6 persen.

Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan 20,5 persen. Selisih elektabilitas Dedi dan Anies dalam simulasi ini hanya 0,1 poin persentase.

Baca: PKS Inhil Bersama KPU-Bawlwaslu Gelar Evaluasi Pemilu 2024, Siapkan Pemilu 2029

“Dalam pertanyaan semi terbuka. Prabowo Subianto memperoleh 32,4%. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 20,6% dan Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 20,5%,” ujar Rico.

Hasil tersebut membuat posisi Dedi Mulyadi cukup menonjol dalam bursa kandidat Pilpres 2029. Elektabilitasnya bahkan berada di kisaran 20 persen, sementara sejumlah nama lain masih tertinggal cukup jauh.

Baca: Kepala Daerah dan Wakil Mulai Retak, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Menguat

Elektabilitas Gibran 2 Persen

Di sisi lain, nama Gibran Rakabuming Raka belum menunjukkan tingkat elektabilitas yang sebanding dengan sejumlah kandidat teratas dalam survei tersebut. Elektabilitas Gibran tercatat sekitar 2 persen.

Perolehan tersebut menempatkan Gibran cukup jauh di bawah Prabowo, Dedi Mulyadi, dan Anies Baswedan.

Baca: Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada  HUT Riau ke-69 Harus Dilaksanakan

Hasil survei ini muncul ketika wacana mengenai kemungkinan pasangan politik untuk Pilpres 2029 mulai ramai diperbincangkan. Salah satu isu yang berkembang adalah wacana memasangkan Gibran dengan Dedi Mulyadi.

Namun, wacana tersebut belum menjadi keputusan politik resmi. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebelumnya juga meminta agar spekulasi mengenai duet Gibran-Dedi Mulyadi tidak terus digulirkan tanpa dasar yang jelas.

Baca: Ketua DPD PKS Kampar Fahmil SE Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji Kampar

Dengan masih panjangnya tahapan menuju Pilpres 2029, hasil survei Median menjadi salah satu gambaran mengenai tingkat keterkenalan dan elektabilitas sejumlah tokoh saat ini. Peta politik masih sangat mungkin berubah seiring perkembangan koalisi, kinerja pemerintahan, serta dinamika partai politik. (SM)



Terkait
Fraksi PKS DPRD Riau Launching Hari Aspirasi, Pesan Sekwan: Sangat Bagus dan Saya Sangat Mendukung
Fraksi PKS DPRD Riau Launching Hari Aspirasi, Pesan Sekwan: Sangat Bagus dan Saya Sangat Mendukung
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Tegaskan Komitmen Indonesi
Jelang Ramadhan, Anggota DPR Hendry Munief Silaturahmi
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Anggota DPRD Riau Samsuri D
Lainnya
TK Aisyiyah Bustanul Athfal Dekalarasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Anak Usia Dini
TK Aisyiyah Bustanul Athfal Dekalarasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Anak Usia Dini
370 orang Tokoh Pekanbaru Ikuti Pelatihan Publik Speaki
Ropiandi Warga Lipat Kain Diserang Beruang 'Bebe' di Ke
Akibat Longsor Satu Keluarga di Nias Selatan Tertimbun
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Gaji Hakim Naik, Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggara
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gibran Hanya 2 Persen
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gibran Hanya 2 Persen
Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Is
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar:
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban