Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Kader harus 'Zero Case' dan Jalankan K2P2
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. Almuzzammil Yusuf, M.Si. (AMY) memberikan sejumlah arahan kepada kader PKS dalam agenda silaturahmi dan konsolidasi bersama kader se-Riau di Pekanbaru, Ahad (23/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Almuzzammil menekankan pentingnya seluruh kader mengambil peran dalam pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kapasitas masing-masing. Terlebih, kondisi Indonesia yang masih menghadapi berbagai bencana alam membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
AMY meminta seluruh kader menjalankan program Kader Kaderisasi dan Pelayanan Publik (K2P2) sesuai dengan kapasitasnya. Pelayanan kepada masyarakat, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab struktur partai, tetapi juga pejabat publik, kader maupun simpatisan PKS.
“Semua kader menjalankan K2P2 sesuai dengan kapasitasnya. Khususnya Indonesia saat ini dilanda bencana alam, semua ambil peran menjalankan pelayanan publik terhadap masyarakat yang dibutuhkan. Baik pejabat publiknya, kader, simpatisan dan struktur partai,” ujar AMY.
Baca: Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Silaturahmi dengan Ketum DPP di Pekanbaru
Selain mendorong kader aktif melayani masyarakat, Presiden PKS juga memberikan penekanan khusus kepada kader yang mendapat amanah sebagai pejabat publik, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.
AMY meminta para pejabat publik dari PKS menjaga amanah dengan sebaik-baiknya serta mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa partai memiliki misi agar seluruh kader yang menjadi pejabat publik mampu menjalankan tugas secara berintegritas.
“Meminta agar kader menjadi pejabat publik baik di legislatif dan eksekutif menjaga amanah sebaik mungkin. Misi kita zero case para pejabat publik. Menjaga kepercayaan masyarakat dan menjalankan amanah semaksimal mungkin,” tegasnya.
Pesan “zero case” tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam arahan AMY. Para kader yang dipercaya menduduki jabatan publik diharapkan tidak hanya mampu menjalankan program dan fungsi pemerintahan, tetapi juga menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat.
Baca: PKS Riau Launching “Riau Muda Bicara”, Wadah dan Ruang Anak Muda Sampaikan Gagasan
Kunjungan AMY ke Riau sendiri menjadi bagian dari rangkaian agenda silaturahmi dan konsolidasi. Sebelumnya, DPW PKS Riau menyampaikan bahwa Presiden PKS dijadwalkan berada di Pekanbaru pada 23–24 Agustus 2026, dengan agenda bertemu kader serta sejumlah kegiatan bersama masyarakat.
Selain silaturahmi dengan kader, AMY juga diagendakan mengikuti laga persahabatan mini soccer bersama PWI Riau. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi yang lebih cair sekaligus memperkuat komunikasi dengan insan pers di Riau.
Agenda kunjungan AMY juga diwarnai dengan menikmati berbagai kuliner khas Riau. Salah satunya adalah Kue Talam Durian, yang sebelumnya berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kuliner khas tersebut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam kunjungan Presiden PKS ke Pekanbaru.
Dalam penyambutan Presiden PKS di Pekanbaru, tampak hadir jajaran struktur DPW PKS Riau, DPD PKS Kota Pekanbaru, serta anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau, di antaranya Dr. Syahrul Aidi Maazat dan Hendry Munief, MBA.
Baca: Amal Fathullah Minta Komisioner KI dan KPID Riau Perkuat Komunikasi dan Utamakan Kepentingan Publik
Kehadiran jajaran struktur partai dan para pejabat publik PKS tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi. Arahan AMY diharapkan menjadi pedoman bagi kader untuk semakin aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga amanah jabatan, serta mempertahankan kepercayaan publik.
Melalui agenda di Riau, Presiden PKS kembali menegaskan bahwa keberadaan kader harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Baik melalui pelayanan publik, kerja-kerja sosial maupun pengabdian kader yang mendapat amanah di lembaga legislatif dan eksekutif.
