Kotak Suara di Cilacap Rusak Dimakan Rayap

Alwira Fanzary
Kamis, 28 Februari 2019 15:46:01
kotak suara untuk Pemilu

KANALSUMATERA.com - Gonjang-ganjing terus terjadi usai KPU memutuskan penggunaankotak suara kardus. Sejumlah pihak menilai kotak suara kertas tak aman lantaran tak sekuat kotak suara yang terbuat dari alumunium atau metal.

Prasangka ini lantas ditepis dengan berbagai uji kekuatan dan ketahanan kotak suara kardus. Di Purbalingga, misalnya, Bawaslu bersama dengan KPU setempat menguji kekuatan, mulai dari menduduki hingga menaiki kotak suara.

Hasilnya, kotak suara tak berubah bentuk. Untuk sementara, kekhawatiran keamanan kotak suara kardus bisa diredam.

Namun, kekhawatiran kotak suara kardus rusak masih tetap saja mengemuka. Salah satunya, soal ketahanan kotak suara saat terkena air. Tak memungkiri, distribusi dan penyimpanan logistik pemilu memang menjadi hal krusial di negeri tropis yang kaya hujan dan berkelembapan tinggi.

KPU memastikan bahwa pengiriman hingga penyimpanan logistik pemilu mesti sesuai dengan standar baku. Di antaranya, dengan memastikan gudang bebas bocor.

Baca: Gema Keadilan Riau Perkuat Barisan Pemuda, Tujuh DPD se-Riau Resmi Dilantik

Tetapi, sebaik apa pun penyimpanan, tetap ada hal-hal yang luput dari perhitungan manusia. Salah satunya di Cilacap, Jawa Tengah. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, sejumlah kotak suara rusak dimakan rayap.

Rayap itu justru merembet dari palet atau tatakan kayu yang sedianya digunakan sebagai alas untuk menghindarkan logistik pemilu dari kondisi lembap lantai gudang. Sayangnya, kawanan rayap ini terlebih dahulu memakan palet kayu, dan kemudian merembet ke kotak suara.

"Itu memang ada satu kemasan berisi lima (kotak suara kardus). Kita sudah antisipasinya dengan memberikan antirayap. Tapi memang ada satu palet yang kemakan rayap dan merembet ke kotak suara dalam kemasan," kata Ketua KPU Kabupaten Cilacap Hendi Tri Ujiono, Rabu, 27 Februari 2019.

Distribusi Logistik Pemilu 2019

Dia menepis tudingan bahwa KPU Cilacap tak menyediakan gudang yang representatif. Namun, ia mengakui bahwa gedung itu cukup tua sehingga lantai dan temboknya mudah lembap.

Baca: Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka

Petugas gudang KPU Cilacap juga telah menyemprotkan fungisida dan antirayap secara rutin di gudang logistik KPU. Namun, lantaran penuh sesak, logistik pemilu tak bisa digeser untuk memastikan keamanan logistik.

"Satu pak, berisi lima kotak suara. Kayu karena sudah cukup lama, terus kemudian, kita tidak bisa mereposisi karena gudang penuh," dia berkilah.

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah kotak suara yang rusak, KPU Cilacap mendistribusikan kotak suara ke gudang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan gudang KPU yang lain. Sementara, gudang utama dibersihkan untuk memastikan tak ada lagi rayap atau jamur yang bisa merusak logistik pemilu.

"Kita sudah keluarkan semua, dan mendistribusikan ke gudang-gudang kami di seluruh kabupaten," ucap dia.

Selain lima kotak suara yang rusak akibat dimakan rayap, secara keseluruhan terdapat 60 kotak suara kertas yang rusak akibat berbagai faktor. Faktor utama adalah cacat produksi. Kedua, akibat benturan atau penempatan pada proses distribusi atau penyimpanan.

Baca: Telepon Istana Jadi Awal Suahasil Nazara Menjabat Menteri Keuangan

Sebab itu, KPU Cilacap kembali mengajukan pengiriman kotak suara ke KPU Provinsi yang akan diteruskan ke KPU Pusat bersamaan dengan kekurangan logistik pemilu lainnya.

KPU Cilacap memang masih kekurangan kotak suara kertas sebanyak 140 unit. Kemudian lainnya, KPU juga masih kekurangan bilik suara dan tinta.

"Ya kita masih kekurangan logistik pemilu," ucapnya.

Pada Pemilu 2019, KPU Cilacap menambah jumlah TPS. Semula, berjumlah 5.839 dan kini menjadi 5.869 TPS. Penambahan itu otomatis membuat logistik pemilu bertambah. Khusus kotak suara, Cilacap membutuhkan sebanyak 29 ribu unit lebih. Kso



Terkait
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
43 Tahun “Dirampok”,  Adam Syafaat Dukung Presiden
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Tegaskan Komitmen Indonesi
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Anggota DPRD Riau Samsuri D
Lainnya
Bupati Kasmarni Shalat Ied Bersama Warga di Masjid Besar Arafah Duri
Bupati Kasmarni Shalat Ied Bersama Warga di Masjid Besar Arafah Duri
Tahun 2022, Bapeda Pekanbaru Berhasil Kumpulkan PAD dar
Update Kasus Positif Covid-19 di RI Tambah 3.015, Kasus
Kapolri Perintahkan Media Internal Polri Tampilkan Kegi
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut P
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket