PAN Nilai Gabungnya Ahok ke PDIP Tidak Begitu Spesial

Islami
Jumat, 8 Februari 2019 19:50:29
Ahok saat memperlihatkan kartu anggota PDIP

KANALSUMATERA.com - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok gabung ke PDI Perjuangan. PAN menilai gabungnya Ahok ke PDIP tidak begitu spesial.

"Menurut saya, tidak ada sesuatu yang spesial terkait hal ini. Tidak perlu dibesar-besarkan. Ada banyak orang yang masuk dan keluar partai kapan saja. Ahok ini kan termasuk orang yang tercatat sering pindah partai. Jadi kalau sekarang pindah lagi, orang sudah pasti menilainya biasa saja," kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Saleh memandang Ahok memang punya hak berpolitik lagi. "Ahok kan bukan seseorang yang dicabut hak politiknya oleh pengadilan. Karena itu, silakan saja masuk dan bergabung dengan partai yang diinginkannya," sebut Saleh.

Meskipun demikian, Saleh berharap Ahok bisa menjadi politisi yang memahami kemajemukan. Anggota DPR RI ini juga berharap Ahok mampu bersahabat dengan semua pihak.

Baca: Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS Buka Suara

"Semoga Pak Ahok bisa jadi politisi yang bisa memahami kemajemukan Indonesia dan mampu bersahabat dengan semua pihak," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku PDIP sejalan dengan ideologi perjuangannya. Ahok juga sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PDIP.

"Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya," kata Ahok di kantor DPD Bali, Jl Banteng Baru, Renon, Denpasar, Bali, Jumat (8/2). iin



Terkait
Golkar dan PKS Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen, NasDem Bertahan di 7 Persen
Golkar dan PKS Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen, NasDem Bertahan di 7 Persen
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Pe
Jelang Ramadhan, Anggota DPR Hendry Munief Silaturahmi
Lainnya
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Putra Jokowi Gibran Rakabuming Temui Megawati Siang Ini
Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham Dituntut 5 Tah
Romi Diduga Berulang Kali Terlibat Jual Beli Jabatan di
Kriminal
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, Nilai Barang Bukti Rp3,48 Triliun
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, Nilai Barang Bukti Rp3,48 Triliun
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di J
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan