Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotrich Terancam Tersingkir dari Parlemen Israel
KANALSUMATERA.com - TEL AVIV – Peta politik Israel kembali berubah menjelang pemilu yang kemungkinan digelar pada Oktober 2026. Jajak pendapat terbaru Channel 12 menunjukkan Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot masih berada di posisi teratas, sekaligus memperlihatkan tekanan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan kelompok politik sayap kanan.
Dalam survei yang dirilis Senin malam (31/08/2026), Yashar diproyeksikan memperoleh 24 kursi Knesset, unggul tipis atas Partai Likud yang dipimpin Netanyahu dengan 23 kursi.
Hasil tersebut memperkuat posisi Eisenkot sebagai salah satu penantang utama Netanyahu dalam persaingan politik Israel. Kesenjangan perolehan kursi memang hanya satu, tetapi menunjukkan perubahan dukungan pemilih yang dapat memengaruhi pembentukan pemerintahan berikutnya.
Baca: Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Di bawah Yashar dan Likud, Partai B’Yachad yang dipimpin mantan Perdana Menteri Naftali Bennett diperkirakan meraih 15 kursi.
Sementara itu, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan berada di posisi berikutnya dengan 11 kursi. Yisrael Beytenu yang dipimpin Avigdor Lieberman memperoleh sembilan kursi.
Baca: Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat
Beberapa partai lain juga diproyeksikan mendapatkan kursi di Knesset. United Torah Judaism dan Otzma Yehudit masing-masing diperkirakan meraih delapan kursi, sedangkan Joint List memperoleh tujuh kursi dan Shas juga tujuh kursi.
Perubahan paling mencolok justru terjadi pada Partai Religious Zionism yang dipimpin Bezalel Smotrich.
Partai tersebut diperkirakan hanya mendapatkan 2,6 persen suara, sehingga berada di bawah ambang batas parlemen Israel sebesar 3,25 persen. Jika kondisi tersebut bertahan hingga pemilu, Religious Zionism tidak akan mendapatkan kursi di Knesset.
Baca: Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Selain itu, partai baru People of Israel yang dipimpin mantan perwira militer Ofer Winter diproyeksikan meraih empat kursi. United Arab List pimpinan Mansour Abbas juga memperoleh empat kursi dalam jajak pendapat tersebut.
Partai Zionist Home for Reservists yang dipimpin Chili Tropper dan Yoaz Hendel juga berada di posisi yang belum aman karena hanya memperoleh persentase dukungan yang sama dengan sejumlah partai yang berada di bawah ambang batas.
Baca: Amal Fathullah Minta Komisioner KI dan KPID Riau Perkuat Komunikasi dan Utamakan Kepentingan Publik
Eisenkot Unggul dalam Preferensi Perdana Menteri
Keunggulan Eisenkot tidak hanya terlihat dalam proyeksi kursi parlemen. Ketika responden ditanya mengenai sosok yang dianggap lebih layak menjadi perdana menteri, Eisenkot juga berada di atas Netanyahu.
Situasi ini menjadi perhatian karena pemilu Israel menggunakan sistem proporsional dan hasil pemilu sangat ditentukan oleh kemampuan partai-partai membangun koalisi. Karena itu, posisi sebagai partai dengan suara terbanyak belum otomatis menjamin kemampuan membentuk pemerintahan.
Baca: PKS Inhil Bersama KPU-Bawlwaslu Gelar Evaluasi Pemilu 2024, Siapkan Pemilu 2029
Survei terbaru tersebut memperlihatkan persaingan antara Eisenkot dan Netanyahu semakin ketat. Yashar yang berada di posisi pertama juga menunjukkan bahwa kubu penantang Netanyahu memiliki peluang untuk memperkuat posisi politiknya menjelang pemungutan suara.
Meski demikian, hasil jajak pendapat belum dapat dianggap sebagai hasil pemilu sebenarnya. Peta dukungan masih dapat berubah sebelum pemilih Israel menentukan komposisi Knesset berikutnya.
Baca: Kepala Daerah dan Wakil Mulai Retak, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Menguat
Dengan pemilu yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, persaingan antarkubu diperkirakan semakin intens, terutama dalam upaya mengamankan suara partai-partai kecil yang dapat menentukan konfigurasi koalisi pemerintahan. (SM)
