Golkar dan PKS Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen, NasDem Bertahan di 7 Persen

Kanama
Kamis, 17 September 2026 16:07:48

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pembahasan mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) kembali menjadi sorotan dalam proses revisi aturan Pemilu. Sejumlah partai politik mulai menyampaikan sikap berbeda mengenai besaran ambang batas yang akan diterapkan pada pemilu mendatang.

Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut memiliki pandangan yang sama untuk mendorong ambang batas parlemen berada di angka 5 persen.

Sementara itu, Partai NasDem masih mempertahankan angka 7 persen. Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai desain sistem kepartaian dan keterwakilan di DPR masih berlangsung.

Baca: Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di Bimteknas DPP PKS se-Indonesia

Wacana PT 5 persen sebelumnya juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah satu yang menyampaikan alternatif berbeda adalah pakar hukum tata negara Prof Jimly Asshiddiqie.

Jimly menawarkan gagasan agar ambang batas parlemen tidak menjadi satu-satunya instrumen untuk menyederhanakan sistem kepartaian. Dalam pandangannya, desain kelembagaan parlemen dapat ditata dengan pendekatan berbeda, termasuk gagasan ambang batas 0 persen yang dikaitkan dengan penataan jumlah fraksi di DPR.

Baca: Gema Keadilan Riau Perkuat Barisan Pemuda, Tujuh DPD se-Riau Resmi Dilantik

Perdebatan mengenai ambang batas parlemen pada dasarnya berkaitan dengan jumlah partai politik yang dapat memperoleh kursi di DPR berdasarkan perolehan suara nasional.

Dalam pembahasan revisi UU Pemilu, angka ambang batas menjadi salah satu aspek penting karena berhubungan dengan keterwakilan suara pemilih sekaligus desain sistem multipartai di Indonesia.

Mahkamah Konstitusi sebelumnya juga telah memberikan pertimbangan mengenai perlunya perubahan pengaturan ambang batas parlemen dengan memperhatikan proporsionalitas sistem pemilu. Salah satu pertimbangannya adalah mencegah terlalu banyak suara pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi DPR.

Baca: PKS Usul Pileg 2029 Digelar Lebih Dulu, Hasilnya Jadi Dasar Pencalonan Presiden

Di tengah perbedaan pandangan tersebut, posisi masing-masing partai menjadi bagian dari dinamika pembahasan revisi UU Pemilu. Golkar dan PKS berada pada posisi yang mendukung angka 5 persen, sedangkan NasDem menghendaki ambang batas lebih tinggi, yakni 7 persen.

Adapun gagasan Jimly menawarkan pendekatan berbeda dari sekadar menentukan persentase ambang batas. Usulan tersebut menempatkan desain kelembagaan DPR dan sistem kepartaian sebagai bagian dari solusi untuk menata sistem politik Indonesia.

Baca: Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Silaturahmi dengan Ketum DPP di Pekanbaru

Dengan demikian, pembahasan parliamentary threshold masih terbuka dan berpotensi berkembang seiring proses pembahasan revisi UU Pemilu antara pemerintah, DPR, serta partai-partai politik. (SM)



Terkait
PKS Riau Launching “Riau Muda Bicara”, Wadah dan Ruang Anak Muda Sampaikan Gagasan
PKS Riau Launching “Riau Muda Bicara”, Wadah dan Ruang Anak Muda Sampaikan Gagasan
Kepala Daerah dan Wakil Mulai Retak, Wacana Pilkada Tan
Ketua DPD PKS Kampar Fahmil SE Titip Doa untuk Kemajuan
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD P
Lainnya
Komisi I DPRD Riau Kebut Seleksi KIP dan KPID, Uji Kepatutan Tuntas Sebelum 16 Agustus
Komisi I DPRD Riau Kebut Seleksi KIP dan KPID, Uji Kepatutan Tuntas Sebelum 16 Agustus
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro-Heru Hidayat Wajib Bayar
Bapenda Pekanbaru akan Sanksi Pengusaha yang Menolak Di
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
MUI Desak Polri Klarifikasi Penggerebekan Ponpes Hamala
Legislator PKS Johan Rosihan Dukung Polri Tetapkan 20 K
Hukum
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Dedi Congor Jadi Tersangka KPK dan Polri, Ini Kasusnya
Empat Polisi di Batam Diamankan Terkait Etomidate, Kapo
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan