PKS Tanggapi Elektabilitas 3,3 Persen, Sebut Hasil Survei Sangat Dinamis

Kanama
Jumat, 25 September 2026 17:12:51

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons hasil survei terbaru Poltracking Indonesia yang mencatat elektabilitas partai tersebut sebesar 3,3 persen.

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mengatakan pihaknya tidak menjadikan satu hasil survei sebagai satu-satunya rujukan. PKS, kata dia, terus mencermati berbagai survei untuk melihat perkembangan elektabilitas partai.

"PKS selalu mempelajari setiap survei yang dikeluarkan lembaga survei sebagai feedback bagi kami," kata Kholid saat dihubungi, Jumat (25/09/2026).

Baca: PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak

Menurut Kholid, hasil survei terhadap PKS menunjukkan angka yang cukup beragam. Ia menyebut setidaknya sudah ada delapan survei yang memotret elektabilitas PKS dengan hasil mulai dari 3,3 persen hingga 9 persen.

"Sangat dinamis, semua kami pelajari dan jadi masukan. Kami hormati semua hasil survei," ucap Kholid.

Baca: Bawaslu Kampar Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Parpol PPP Semester II 2026

Kholid menegaskan PKS juga memiliki survei internal yang digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi. Namun, hasil survei internal tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan internal partai.

"PKS juga memiliki survei internal yang kami jadikan rujukan, tentu hanya untuk konsumsi internal partai. Prinsip kami adalah terus bekerja dan berjuang untuk rakyat, mendengarkan aspirasi mereka dan memperjuangkannya," ujarnya.

Elektabilitas PKS 3,3 Persen

Baca: Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpres 2029

Hasil survei nasional Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 menempatkan PKS dengan elektabilitas 3,3 persen.

Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Baca: Partai Buruh Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Usul 1 Persen

Dalam simulasi pilihan partai politik, Gerindra memperoleh 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.

Selanjutnya PKB memperoleh 6,2 persen, Demokrat 6,1 persen, NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.

Sementara itu, masih terdapat 25,3 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab pilihan partai politik.

Baca: Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan

Hasil survei tersebut merupakan gambaran preferensi responden pada periode pengambilan data Agustus 2026. Karena itu, angka elektabilitas dapat berubah mengikuti dinamika politik, isu publik, serta aktivitas masing-masing partai. (SM)



Terkait
PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung “Gelandangan Politik”
PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung “Gelandangan Politik”
Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Ka
Wabup Bagus Santoso Apresiasi 25 Tahun Kiprah BAZNAS Be
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Anggota DPRD Riau Samsuri D
Lainnya
Polres Kampar Siapkan 4 Pos Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru
Polres Kampar Siapkan 4 Pos Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru
Pria 49 Tahun Tewas Ditabrak Kereta Api di Percutseitua
Sidak Kantor Inspektorat Riau, Wagubri Edy Nasution Dap
Hashim Bandingkan Sikap Pancasila Prabowo dengan Megawa
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Bera
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda