PKS Tanggapi Elektabilitas 3,3 Persen, Sebut Hasil Survei Sangat Dinamis
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons hasil survei terbaru Poltracking Indonesia yang mencatat elektabilitas partai tersebut sebesar 3,3 persen.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mengatakan pihaknya tidak menjadikan satu hasil survei sebagai satu-satunya rujukan. PKS, kata dia, terus mencermati berbagai survei untuk melihat perkembangan elektabilitas partai.
"PKS selalu mempelajari setiap survei yang dikeluarkan lembaga survei sebagai feedback bagi kami," kata Kholid saat dihubungi, Jumat (25/09/2026).
Baca: Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpres 2029
Menurut Kholid, hasil survei terhadap PKS menunjukkan angka yang cukup beragam. Ia menyebut setidaknya sudah ada delapan survei yang memotret elektabilitas PKS dengan hasil mulai dari 3,3 persen hingga 9 persen.
"Sangat dinamis, semua kami pelajari dan jadi masukan. Kami hormati semua hasil survei," ucap Kholid.
Baca: Partai Buruh Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Usul 1 Persen
Kholid menegaskan PKS juga memiliki survei internal yang digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi. Namun, hasil survei internal tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan internal partai.
"PKS juga memiliki survei internal yang kami jadikan rujukan, tentu hanya untuk konsumsi internal partai. Prinsip kami adalah terus bekerja dan berjuang untuk rakyat, mendengarkan aspirasi mereka dan memperjuangkannya," ujarnya.
Elektabilitas PKS 3,3 Persen
Baca: Cawapres Prabowo 2029 Mulai Dibahas, Sejumlah Nama Mulai Mencuat
Hasil survei nasional Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 menempatkan PKS dengan elektabilitas 3,3 persen.
Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Baca: Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia
Dalam simulasi pilihan partai politik, Gerindra memperoleh 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.
Selanjutnya PKB memperoleh 6,2 persen, Demokrat 6,1 persen, NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.
Sementara itu, masih terdapat 25,3 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab pilihan partai politik.
Baca: PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung “Gelandangan Politik”
Hasil survei tersebut merupakan gambaran preferensi responden pada periode pengambilan data Agustus 2026. Karena itu, angka elektabilitas dapat berubah mengikuti dinamika politik, isu publik, serta aktivitas masing-masing partai. (SM)
