PKS Inhil Bersama KPU-Bawlwaslu Gelar Evaluasi Pemilu 2024, Siapkan Pemilu 2029
KANALSUMATERA.com - TEMBILAHAN — DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendorong penguatan komunikasi dan sinergi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Inhil. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi Pemilu 2024 sekaligus persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Dorongan itu disampaikan dalam pertemuan antara DPD PKS Inhil, KPU Inhil, dan Bawaslu Inhil. Pertemuan berlangsung secara dialogis dengan membahas sejumlah catatan penyelenggaraan Pemilu 2024 serta langkah yang perlu diperkuat menuju Pemilu 2029.
Dari DPD PKS Inhil, Samsuri Daris menilai komunikasi antara partai politik dengan penyelenggara dan pengawas pemilu perlu dibangun secara berkelanjutan, termasuk di luar tahapan pemilu.
Menurutnya, evaluasi Pemilu 2024 tidak cukup hanya menjadi catatan, tetapi perlu dijadikan bahan pembelajaran untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemilu berikutnya.
Baca: Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR Tegaskan Tak Ada Lagu untuk Joget
“Bagi kami di PKS, komunikasi seperti ini penting. Jangan hanya ketika tahapan pemilu sudah dimulai, tetapi sejak masa non-tahapan pun koordinasi dan diskusi harus terus dilakukan,” ujar Samsuri Daris.
Samsuri mengatakan, persiapan Pemilu 2029 membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari partai politik, KPU hingga Bawaslu. Menurutnya, sejumlah kegiatan pada masa non-tahapan juga memiliki kaitan dengan kesiapan penyelenggaraan pemilu mendatang.
Sementara itu, Ketua KPU Inhil Syamsul Masjan menjelaskan bahwa pada masa non-tahapan, KPU tetap menjalankan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan persiapan Pemilu 2029.
Salah satunya adalah Pemutakhiran Data Partai Politik (PDPP) dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Baca: Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau, Dorong Penguatan UMKM
“Pada masa non-tahapan ini KPU melaksanakan Pemutakhiran Data Partai Politik dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029 yang berkualitas dan berintegritas,” kata Syamsul.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Inhil yang diwakili Rustam turut menyampaikan perspektif dari sisi pengawasan. Kehadiran Bawaslu menjadi bagian penting dalam dialog untuk membahas evaluasi Pemilu 2024 sekaligus memperkuat pengawasan menghadapi Pemilu 2029.
Samsuri menambahkan, PKS Inhil berharap komunikasi antara partai politik, KPU dan Bawaslu dapat semakin terbuka serta konstruktif. Komunikasi yang dibangun sejak masa non-tahapan dinilai dapat membantu mengantisipasi berbagai persoalan sebelum tahapan pemilu dimulai.
“Harapan kami tentu bagaimana ke depan komunikasi dan koordinasi antara PKS, KPU dan Bawaslu semakin baik. Apa yang menjadi evaluasi pada Pemilu 2024 bisa kita jadikan pembelajaran bersama untuk Pemilu 2029,” ujarnya.
Baca: 43 Tahun “Dirampok”, Adam Syafaat Dukung Presiden Berantas Oligarki dan Kebocoran Negara
Menurut Samsuri, kualitas pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara. Partai politik dan seluruh pemangku kepentingan juga memiliki peran dalam menciptakan proses demokrasi yang lebih baik.
Karena itu, PKS Inhil menilai konsolidasi dan dialog sejak dini menjadi langkah penting untuk mendorong penyelenggaraan Pemilu 2029 yang transparan, demokratis dan berintegritas.
Pertemuan PKS Inhil, KPU Inhil dan Bawaslu Inhil tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi kelembagaan serta membangun kesamaan pemahaman dalam menyongsong Pemilu 2029.
