Survey "Kompas" Error 2 Persen, Jokowi-Ma'ruf 49,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 Persen

Kanal Sumatera Amar
Rabu, 20 Maret 2019 14:52:30
grafik data hasil survey kompas

KANALSUMATERA.com - Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan, jarak elektabilitas antara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, semakin tipis.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Adapun, 13,4 persen responden menyatakan rahasia.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error +/- 2,2 persen.

Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen. Pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen dengan keunggulan suara di pihak Jokowi-Ma'ruf. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

Baca: Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpres 2029

"Selama enam bulan, elektabilitas Jokowi-Amin turun 3,4 persen dan Prabowo-Sandi naik 4,7 persen," tulis Bambang.

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa meski penurunan angka elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terlihat sedikit, tetapi memberikan pengaruh signifikan pada jarak keterpilihan. Litbang Kompas juga melakukan survei pilihan capres dan cawapres berdasarkan usia pemilih, dengan hasil sebagai berikut:

Gen Z/pemilih pemula (<22) Oktober 2018: Jokowi-Ma'ruf:39,3 persen Prabowo-Sandiaga: 44,8 persen Rahasia: 15,9 persen

Maret 2019: Jokowi-Ma'ruf:42,2 persen Prabowo-Sandiaga: 47,0 persen Rahasia: 10,8 persen

Baca: Empat Arahan Presiden PKS Saat Silaturahmi dengan Ribuan Kader di Pekanbaru

Millenia muda (22-30): Oktober 2018: Jokowi-Ma'ruf: 43,3 persen Prabowo-Sandiaga: 42,4 persen Rahasia: 14,49 persen Maret 2019: Jokowi-Ma'ruf: 49,1 persen Prabowo-Sandiaga: 41,0 persen Rahasia: 9,9 persen

Millenia matang (31-40): Oktober 2018: Jokowi-Ma'ruf:39,3 persen Prabowo-Sandiaga: 44,8 persen Rahasia: 15,9 persen Maret 2019: Jokowi-Ma'ruf:46,6 persen Prabowo-Sandiaga: 39,7 persen Rahasia: 13,7 persen

Gen X (41-52): Oktober 2018: Jokowi-Ma'ruf:51,1 persen Prabowo-Sandiaga: 34,4 persen Rahasia: 14,5 persen Maret 2019: Jokowi-Ma'ruf: 51,4 persen Prabowo-Sandiaga: 36,0 persen Rahasia: 12,6 persen

Baby boomers (53-71) Oktober 2018: Jokowi-Ma'ruf:58,1 persen Prabowo-Sandiaga: 27,1 persen Rahasia: 14,8 persen Maret 2019: Jokowi-Ma'ruf:48,9 persen Prabowo-Sandiaga: 34,6 persen Rahasia: 16,5 persen

Baca: Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR Tegaskan Tak Ada Lagu untuk Joget

Silent gen (71+) Oktober 2018: Jokowi-Ma'ruf:47,1 persen Prabowo-Sandiaga: 31,1 persen Rahasia: 21,8 persen Maret 2019: Jokowi-Ma'ruf: 65,4 persen Prabowo-Sandiaga: 19,2 persen Rahasia: 15,4 persen

Disarikan dari pemberitaan Kompas, 20 Maret 2019



Terkait
Kemah Bela Negara PKS Riau: Mengokohkan Akar Kebangsaan dari Hutan Kampar
Kemah Bela Negara PKS Riau: Mengokohkan Akar Kebangsaan dari Hutan Kampar
Ketua DPD PKS Kampar Fahmil SE Titip Doa untuk Kemajuan
Fraksi PKS DPRD Riau Launching Hari Aspirasi, Pesan Sek
Anggota DPRD Riau Abdul Kasim Silaturahmi dengan Kader
Lainnya
Pemkab Kampar Pajaki Rumah Walet
Pemkab Kampar Pajaki Rumah Walet "Galau", Pengelola: Bina Kami Dulu!
Gelar Razia Kasih Sayang, Petugas Jaring 12 Murid SD da
Ikuti Tips Ini Untuk Hindari Pengutit Akun Whatsapp-mu
5 Jalan Tol Bakal Dilego ke Investor Asing Tahun ini
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda