PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi

Kanama
Senin, 21 September 2026 21:03:15

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Wacana perubahan mekanisme pencalonan presiden dengan mensyaratkan dukungan minimal dua fraksi di DPR mendapat perhatian dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan bahwa pembahasan aturan baru mengenai pencalonan presiden harus tetap mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait presidential threshold.

Mardani menegaskan, putusan MK mengenai ambang batas pencalonan presiden telah memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Karena itu, ketentuan tersebut perlu menjadi rujukan dalam proses revisi Undang-Undang Pemilu.

Baca: PKS Soroti Penurunan Foto Gibran di DPRD DIY, Mardani Minta Proses Politik Sesuai Aturan

"Keputusan MK tegas dan jelas. Sifatnya final dan mengikat," kata Mardani kepada wartawan, Senin (21/09/2026).

Menurut Mardani, putusan MK tersebut perlu diterjemahkan ke dalam aturan perundang-undangan melalui pembahasan antara DPR dan pemerintah.

Baca: SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan

"DPR dan pemerintah perlu menormakan dalam revisi UU Pemilu. Tapi hak membuat UU memang ada pada DPR bersama Pemerintah," ucap Mardani.

Ia menyebut, ruang untuk menentukan formulasi baru dalam aturan pencalonan presiden tetap berada dalam proses legislasi. Namun, formulasi tersebut tidak boleh bertentangan dengan putusan MK.

"Penormaan alternatif selama tidak bertentangan dengan putusan MK juga domain dari DPR," kata Mardani.

Baca: Polemik Ijazah Gibran Memanas, PAN, Gerindra, PKB hingga PSI Buka Suara

Wacana Dukungan Minimal Dua Fraksi

Wacana calon presiden harus memperoleh dukungan sedikitnya dua fraksi DPR sebelumnya disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Baca: Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai

Surya Paloh mengatakan dirinya mendengar adanya masukan mengenai perubahan model dukungan terhadap pasangan calon presiden setelah rezim presidential threshold berubah.

“Saya mendengar ada masukan yang jelas bahwasanya pergantiannya model daripada dukungan pada presiden itu adalah berdasarkan dukungan sedikit-dikitnya dua fraksi,” kata Surya Paloh.

Ia tidak menyebutkan pihak yang mengusulkan skema tersebut. Surya Paloh menyatakan dukungan minimal dua fraksi tetap berkaitan dengan konfigurasi politik di DPR, terlebih jika aturan parliamentary threshold turut mengalami perubahan.

Baca: Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik

Di DPR, wacana tersebut juga mendapat tanggapan dari sejumlah pihak. Ketua DPP PDIP Said Abdullah, misalnya, menyatakan usulan minimal dua fraksi dapat dipertimbangkan sepanjang memiliki dasar yang logis dan sejalan dengan putusan MK.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR Deddy Yevri Sitorus menilai syarat minimal dua partai saja belum cukup jika tidak disertai pengaturan batas atas. Menurutnya, desain aturan perlu diperhitungkan agar konfigurasi pencalonan presiden tetap memungkinkan lebih dari dua pasangan calon.

Baca: Kepemudaan PKS Riau Sukses Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) , Target Cetak Pemimpin Muda

Putusan MK dan Pencalonan Presiden

MK sebelumnya menyatakan ketentuan presidential threshold dalam Pasal 222 UU Pemilu bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Dalam pertimbangannya, MK juga menyoroti pentingnya memberikan ruang pilihan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pemilihan presiden serta mencegah terbentuknya konfigurasi pencalonan yang membatasi pilihan pemilih.

Baca: Prabowo Lantik Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Ini Susunan Barunya

Dengan adanya putusan tersebut, pembahasan mengenai mekanisme pencalonan presiden untuk Pemilu 2029 kini menjadi bagian dari proses penyusunan aturan baru. Salah satu isu yang berkembang adalah bagaimana merumuskan mekanisme pencalonan tanpa bertentangan dengan putusan MK, termasuk wacana dukungan minimal dua fraksi. (SM)



Terkait
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Ne
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Mint
Amal Fathullah Minta Komisioner KI dan KPID Riau Perkua
Lainnya
Intersection Siak Tol Lingkar Pekanbaru akan Dibangun, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Intersection Siak Tol Lingkar Pekanbaru akan Dibangun, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Sriwijaya FC Tunduk 0-5 dari MU
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ratusan Jaringan Irigasi di Simalungun Terancam tak Ter
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Nasional
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pendidikan
Gelar Karya PPG Universitas Pahlawan 2026 Tampilkan Inovasi Calon Guru Profesional di Era Digital
Gelar Karya PPG Universitas Pahlawan 2026 Tampilkan Inovasi Calon Guru Profesional di Era Digital
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong
UPT SDN 014 Batu Belah Gelar Implementasi SPMI, Libatka