Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
KANALSUMATERA.com - Jakarta – Partai Ummat mengalami perubahan di jajaran pimpinan pusat setelah Ketua Umum Ridho Rahmadi dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taufik Hidayat mengundurkan diri dari jabatan masing-masing.
Keputusan tersebut telah diterima Majelis Syura Partai Ummat dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 pada 26 Agustus 2026. Pengunduran diri keduanya kemudian diikuti dengan penunjukan pelaksana tugas untuk menjalankan roda organisasi di tingkat pusat.
Taufik Hidayat membenarkan bahwa dirinya turut meninggalkan jabatan Sekjen. Ia menyebut keputusannya berkaitan dengan proses pemilihan sebelumnya yang menempatkan dirinya bersama Ridho dalam satu paket kepengurusan.
Baca: Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gibran Hanya 2 Persen
"Iya betul per 20 Agustus 2026. Iya (mundur juga) karena terpilih satu paket bersama Ketum," ujar Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (02/09/2026).
Ridho Kesulitan Membagi Waktu
Baca: Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Negara Tak Kenal Hari Libur
Pengunduran diri Ridho Rahmadi disebut berkaitan dengan kesulitan membagi waktu antara tugas politik dan aktivitasnya di bidang pendidikan serta teknologi.
Ridho diketahui menjalankan tugas sebagai Direktur Politeknik AI di Yogyakarta. Aktivitas tersebut membuatnya harus membagi waktu antara Yogyakarta dan Jakarta untuk menjalankan tanggung jawab di partai.
Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo, menjelaskan alasan utama Ridho mengambil keputusan tersebut.
Baca: Empat Arahan Presiden PKS Saat Silaturahmi dengan Ribuan Kader di Pekanbaru
"Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah karena beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran, dan tenaga antara Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur Politeknik AI di Jogja," kata Sambo dalam keterangan tertulis, Rabu (02/09/2026).
Menurut Sambo, dua tanggung jawab tersebut sama-sama membutuhkan perhatian dan tenaga besar. Kondisi itu juga disebut berdampak terhadap kesehatan Ridho.
Baca: Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Kader harus 'Zero Case' dan Jalankan K2P2
Keputusan untuk mundur diambil setelah Ridho melakukan pertimbangan serta berkonsultasi dengan Amien Rais, keluarga, dan Sekretaris Majelis Syura.
Meski tidak lagi menduduki posisi ketua umum, Ridho tetap akan beraktivitas di Partai Ummat sebagai anggota Majelis Syura.
Majelis Syura Tunjuk Dua Plt
Baca: Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, Majelis Syura Partai Ummat menetapkan Ansufri ID Sambo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Ummat.
Sementara itu, posisi Plt Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Muhammad Sadiq.
Baca: PKS Inhil Bersama KPU-Bawlwaslu Gelar Evaluasi Pemilu 2024, Siapkan Pemilu 2029
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan sementara organisasi setelah dua posisi pimpinan utama ditinggalkan. Majelis Syura memastikan Ridho dan Taufik tetap memiliki peran di lingkungan Partai Ummat dengan penugasan baru.
Majelis Syura juga meminta kepemimpinan sementara melakukan konsolidasi organisasi di tingkat nasional sekaligus mempersiapkan proses administrasi perubahan kepengurusan kepada Kementerian Hukum.
Dengan struktur transisi tersebut, aktivitas dan program kerja Partai Ummat di tingkat pusat maupun daerah diharapkan tetap berjalan.
Baca: Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR Tegaskan Tak Ada Lagu untuk Joget
Taufik sebelumnya juga berharap proses pergantian kepemimpinan tidak mengganggu soliditas internal partai. (SM)
