Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
KANALSUMATERA.com - Jakarta – Partai Ummat mengalami perubahan di jajaran pimpinan pusat setelah Ketua Umum Ridho Rahmadi dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taufik Hidayat mengundurkan diri dari jabatan masing-masing.
Keputusan tersebut telah diterima Majelis Syura Partai Ummat dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 pada 26 Agustus 2026. Pengunduran diri keduanya kemudian diikuti dengan penunjukan pelaksana tugas untuk menjalankan roda organisasi di tingkat pusat.
Taufik Hidayat membenarkan bahwa dirinya turut meninggalkan jabatan Sekjen. Ia menyebut keputusannya berkaitan dengan proses pemilihan sebelumnya yang menempatkan dirinya bersama Ridho dalam satu paket kepengurusan.
Baca: Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
"Iya betul per 20 Agustus 2026. Iya (mundur juga) karena terpilih satu paket bersama Ketum," ujar Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (02/09/2026).
Ridho Kesulitan Membagi Waktu
Baca: Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Negara Tak Kenal Hari Libur
Pengunduran diri Ridho Rahmadi disebut berkaitan dengan kesulitan membagi waktu antara tugas politik dan aktivitasnya di bidang pendidikan serta teknologi.
Ridho diketahui menjalankan tugas sebagai Direktur Politeknik AI di Yogyakarta. Aktivitas tersebut membuatnya harus membagi waktu antara Yogyakarta dan Jakarta untuk menjalankan tanggung jawab di partai.
Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo, menjelaskan alasan utama Ridho mengambil keputusan tersebut.
Baca: PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung “Gelandangan Politik”
"Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah karena beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran, dan tenaga antara Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur Politeknik AI di Jogja," kata Sambo dalam keterangan tertulis, Rabu (02/09/2026).
Menurut Sambo, dua tanggung jawab tersebut sama-sama membutuhkan perhatian dan tenaga besar. Kondisi itu juga disebut berdampak terhadap kesehatan Ridho.
Baca: PKS Inhil Bersama KPU-Bawlwaslu Gelar Evaluasi Pemilu 2024, Siapkan Pemilu 2029
Keputusan untuk mundur diambil setelah Ridho melakukan pertimbangan serta berkonsultasi dengan Amien Rais, keluarga, dan Sekretaris Majelis Syura.
Meski tidak lagi menduduki posisi ketua umum, Ridho tetap akan beraktivitas di Partai Ummat sebagai anggota Majelis Syura.
Majelis Syura Tunjuk Dua Plt
Baca: Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, Majelis Syura Partai Ummat menetapkan Ansufri ID Sambo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Ummat.
Sementara itu, posisi Plt Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Muhammad Sadiq.
Baca: TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Saksi Profesional diseluruh TPS Menuju 2029
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan sementara organisasi setelah dua posisi pimpinan utama ditinggalkan. Majelis Syura memastikan Ridho dan Taufik tetap memiliki peran di lingkungan Partai Ummat dengan penugasan baru.
Majelis Syura juga meminta kepemimpinan sementara melakukan konsolidasi organisasi di tingkat nasional sekaligus mempersiapkan proses administrasi perubahan kepengurusan kepada Kementerian Hukum.
Dengan struktur transisi tersebut, aktivitas dan program kerja Partai Ummat di tingkat pusat maupun daerah diharapkan tetap berjalan.
Baca: Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Taufik sebelumnya juga berharap proses pergantian kepemimpinan tidak mengganggu soliditas internal partai. (SM)
