Fahri Hamzah sebut PKS Lebih Dekat ke Jokowi

Islami
Minggu, 3 Maret 2019 21:12:02
Fahri Hamzah

KANALSUMATERA.com - Wakil Ketua DPR sekaligus inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), Fahri Hamzah, menganggap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dekat dengan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan Fahri ketika ditanyakan terkait ketidakhadiran kader PKS di Deklarasi Garbi DKI Jakarta.

"Semua diundang, PKS juga diundang. Tapi PKS ini kan menurut saya PKS dengan Jokowi lebih dekat. Kenapa? Karena feodal, tidak terbuka, tidak berani apa adanya. Dan kalau saya boleh ngomong, PKS itu terutama pimpinannya lebih menginginkan Jokowi dari awal. Saya ini kan dipecat gara-gara mereka mulai masuk Istana kan," ujar Fahri di Oval Atrium Mall Epiwalk, Rasuna, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019).

Seperti dikutip dari detikcom, Fahri menilai Garbi dengan PKS ada ketidakcocokan. Menurutnya, PKS tidak berani untuk terbuka dan hanya menunggu perintah dari pimpinan partai.

Baca: Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Negara Tak Kenal Hari Libur

Memang tidak cocok, mereka tidak terbuka. Karena mereka tidak berani diskusi, tidak berani terbuka, orangnya tertutup, tidak berani ngomong. Apa-apa nunggu perintah dari atas, ya tidak bisa. Ini zaman baru," kata Fahri.

Ketika ditanyakan apakah PKS termasuk kelompok yang membenci Garbi, Fahri menepis itu. Menurutnya, Garbi diisi orang-orang yang terbuka dan egaliter, namun tidak cocok untuk pemimpin yang feodal.

"Bukan, mereka tidak menganggap khazanah yang positif. Karena mereka tidak bisa. Orang-orang Garbi ini kan egaliter, terbuka, berani, tidak nunggu komando, orangnya inisiatif, pokoknya kultur yg dibangun kultur yang lebih kosmopolitan lah. Tapi kalau pimpinannya itu feodal, tidak mau ngomong, tidak mau terbuka, ya tidak bisa cocok sama kita," imbuh Fahri. iin



Terkait
Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Silaturahmi dengan Ketum DPP di Pekanbaru
Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Silaturahmi dengan Ketum DPP di Pekanbaru
PKS Inhil Bersama KPU-Bawlwaslu Gelar Evaluasi Pemilu 2
43 Tahun “Dirampok”,  Adam Syafaat Dukung Presiden
Ketua DPD PKS Kampar Fahmil SE Titip Doa untuk Kemajuan
Lainnya
Gaya Blusukan Ala Risma, Karakter atau Manuver?
Gaya Blusukan Ala Risma, Karakter atau Manuver?
Tingkatkan Penerimaan Zakat, Pjs Bupati Dorong Baznas R
HUT ke-48 Korpri, Wagubri Edy Nasution: Abdi Negara jad
Hampir Satu Juta PNS dan TNI-Polri Belum Miliki Rumah S
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket