Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Negara Tak Kenal Hari Libur
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Partai Golkar merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para menteri tidak ragu meninggalkan kabinet apabila merasa tidak sanggup menjalankan tugas, termasuk ketika harus bekerja pada hari libur.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pesan tersebut merupakan bentuk penegasan Presiden mengenai besarnya tanggung jawab yang melekat pada pejabat negara. Menurutnya, menteri yang telah menerima mandat harus siap mengutamakan kepentingan negara.
"Apalagi sebagai pemimpin dan wakil-wakil yang telah diberi amanah oleh rakyat, tentu tanggung jawabnya harus lebih besar daripada warga negara Indonesia biasa. Apa pun harus rela dikorbankan demi tugas-tugas negara," ungkap Doli.
Baca: Dasco Pasang Taruhan Jabatan, Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan
Doli menegaskan bahwa menjalankan pemerintahan tidak dapat disamakan dengan pekerjaan yang hanya berlangsung pada hari kerja. Ia menyatakan kepentingan negara harus tetap menjadi prioritas meski kalender menunjukkan tanggal merah.
"Apalagi cuma sekadar tanggal merah. Jadi saya setuju dengan pernyataan Presiden tersebut. Memang mengurus Indonesia tidak boleh ada hari libur," kata Doli.
Baca: Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Kader harus 'Zero Case' dan Jalankan K2P2
Reshuffle Merupakan Hak Prerogatif Presiden
Selain menyoroti kesiapan para menteri, Doli juga menyinggung kemungkinan perubahan susunan Kabinet Merah Putih. Menurut dia, keputusan mengenai reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
"Itu adalah konsekuensi dan bentuk tanggung jawab sebagai pemegang mandat rakyat. Soal reshuffle, sekali lagi, itu adalah hak prerogatif Pak Prabowo sebagai Presiden," tambahnya.
Baca: Perkuat Konsolidasi, Presiden PKS Sambangi Riau: Dari Temu Kader Hingga Nikmati Kue Talam Durian
Pernyataan Doli tersebut disampaikan setelah Prabowo memberikan pesan tegas kepada jajaran Kabinet Merah Putih. Presiden sebelumnya mengingatkan para pembantunya agar tidak keberatan bekerja pada hari libur jika memang masih dipercaya menjalankan tugas pemerintahan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo ketika menghadiri groundbreaking pembangunan PLTS 100 gWp di Jembrana, Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026, yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi.
Baca: Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR Tegaskan Tak Ada Lagu untuk Joget
Prabowo menyampaikan bahwa jajaran pemerintahannya dituntut untuk terus bekerja dan tidak menjadikan hari libur sebagai alasan untuk mengurangi tanggung jawab dalam menjalankan tugas negara.
Sikap Golkar tersebut sekaligus mempertegas dukungan terhadap arahan Presiden agar seluruh jajaran pemerintahan bekerja dengan penuh komitmen. Bagi Doli, mandat rakyat membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang harus dijalankan secara maksimal.
Dengan demikian, isu mengenai reshuffle kabinet kembali menjadi kewenangan Presiden. Golkar menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Prabowo, sementara para menteri dinilai harus mampu menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan. (SM)
