Tolak Rekap Nasional KPU, BPN Tak Akui Hasil Pilpres

Amar
Selasa, 21 Mei 2019 13:12:49
Usai pleno KPU BPN Prabowo sandi tolak hasil rekap nasional KPU

JAKARTA, KANALSUMATERA.com - KPU sudah hampir merampungkan rekapitulasi nasional Pemilu 2019 di tingkat provinsi hingga luar negeri. Namun, saksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi, Azis Subekti, menyatakan pihaknya tidak menandatangani satupun hasil rekapitulasi nasional.

"Memang enggak ada yang ditandatangani," kata Azis di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5).

Per Senin (20/5) pukul 21.30 WIB, 33 provinsi dan 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) sudah selesai direkapitulasi. Satu provinsi yang belum selesai direkap adalah Papua.

Kendati demikian, Azis menegaskan tidak ada masalah selama proses rekapitulasi nasional berjalan. Sebab, rekapitulasi KPU sudah dilakukan secara berjenjang dari tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga nasional.

Baca: PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR

"Kami menerima informasi dari BPN yang memperoleh data, memang ada perbedaan di beberapa provinsi tentang perolehan yang terjadi di rekap nasional dengan data kami, karena kami sifatnya di rekap ini adalah data yang telah tersaji, sementara di sisi lain yang saya ungkapkan adalah soal advokasi, ya, kami tidak bisa menyandingkan data itu. Jadi biarlah tim advokasi yang melakukan upaya hukum lain," jelas Azis.

Pada prinsipnya, BPN menolak hasil Pemilu 2019. Namun, kata Azis, bukan berarti BPN tidak menghargai kerja keras yang dilakukan KPU maupun Bawaslu selaku penyelenggara pemilu.

"Menolak hasil pemilu presiden. Jadi penolakan ini sekaligus untuk memulai tradisi bahwa siapapun yang ingin menjabat politik tertentu walau dia belum dapat kekuasaan, dia punya duit itu tidak sembarangan untuk melalukan hal-hal apa yang dia inginkan," tegas Azis.

"Karena menurut kami penolakan ini akan menjadi pelajaran bagi siapapun yang pernah dicurangi juga. Gitu, lho, yang tidak bisa diungkapkan dengan perlawanan oleh dirinya. Saya kira ini mewakili banyak perasaan supaya demokrasi kita baik," lanjut Azis.

Baca: Golkar dan PKS Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen, NasDem Bertahan di 7 Persen

Azis mengatakan, setelah ini, ia akan memberikan evaluasi rekapitulasi nasional kepada BPN. Namun, ia belum bisa memastikan langkah selanjutnya yang akan diambil BPN setelah rekapitulasi nasional selesai.

"Jadi memang ketua KPU ketika makan-makan dengan kami ngobrol kalau memungkinkan memang mau ditetapkan perolehan suaranya malam ini. Nanti kami akan memberikan evaluasi tentang hasil rekap ini terus kemudian kalau rekap di pusat ini, ya, berjalan normal lah, tidak ada masalah apa-apa rekapnya," tutup Azis.

Sumber:KUMPARAN



Terkait
Cawapres Prabowo 2029 Mulai Dibahas, Sejumlah Nama Mulai Mencuat
Cawapres Prabowo 2029 Mulai Dibahas, Sejumlah Nama Mulai Mencuat
Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR T
Wabup Bagus Santoso Apresiasi 25 Tahun Kiprah BAZNAS Be
Anggota DPRD Riau Abdul Kasim Silaturahmi dengan Kader
Lainnya
Berikut Daftar 123 Sekolah SD/SMP Yang Diizinkan Laksanakan Belajar Tatap Muka di Pekanbaru
Berikut Daftar 123 Sekolah SD/SMP Yang Diizinkan Laksanakan Belajar Tatap Muka di Pekanbaru
Kapan Vietnam Lakukan Pencurian Ikan di Perairan Natuna
India Tamu Kehormatan Sidang OKI, Menlu Pakistan Memili
Indonesia Bicara Industri 4.0, Jepang Sudah Menatap Era
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru