Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Partai Gerindra mencatat elektabilitas tertinggi dalam survei nasional terbaru Poltracking Indonesia. Dalam simulasi pilihan partai politik atau calon anggota DPR RI, Gerindra memperoleh angka 23,2 persen.
Posisi berikutnya ditempati PDI Perjuangan (PDIP) dengan elektabilitas 11,6 persen, sedangkan Partai Golkar berada di angka 10,4 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. Poltracking menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Baca: Golkar Bantah Isu Bahlil Terlibat Penyadapan Ilegal Prabowo, Sarmuji Minta Publik Tak Terprovokasi
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, menjelaskan pengukuran elektabilitas dilakukan melalui simulasi bilik suara. Responden ditanyakan partai politik atau calon legislatif DPR RI yang akan dipilih apabila pemilu digelar pada saat survei berlangsung.
"Kita langsung masuk ke jantung temuan kita, yaitu elektabilitas partai politik. Elektabilitas ini kita potret pada 14 sampai 20 Agustus dan gambarannya seperti ini. Ini menggunakan simulasi bilik suara," kata Yoki dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/09/2026).
Baca: Mulyanto PKS Nilai Hak Menyatakan Pendapat Mulai Menguat dalam Polemik Ijazah Gibran
Dalam simulasi tersebut, Gerindra berada di posisi pertama dengan elektabilitas 23,2 persen. Angka itu kemudian diikuti PDIP sebesar 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.
"Partai Gerindra dengan elektabilitas 23,2 persen, masih unggul dibanding partai-partai lainnya yang mendukung pemerintahan saat ini," sebutnya.
Elektabilitas Partai Politik
Baca: KPU Buka Suara soal Putusan MA Terkait Suket SMA Gibran, Singgung Tahapan Pemilu 2024
Berikut hasil lengkap survei Poltracking Indonesia:
Gerindra: 23,2 persen
Baca: Bawaslu Ingatkan Larangan Libatkan Anak dalam Kampanye Politik, Ini Sanksinya
PDIP: 11,6 persen
Golkar: 10,4 persen
PKB: 6,2 persen
Baca: PDIP Soroti 7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo, Minta Pergantian Pejabat Jawab Harapan Publik
Demokrat: 6,1 persen
NasDem: 4,4 persen
Baca: Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung Prabowo
PAN: 3,4 persen
PKS: 3,3 persen
PSI: 2,3 persen
Baca: Golkar dan PKS Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen, NasDem Bertahan di 7 Persen
PPP: 1,9 persen
Perindo: 0,6 persen
Baca: Hendry Munief: Indonesia Dirajut dari Pulau-Pulau, UU Daerah Kepulauan Memperkuat Kesatuan NKRI
Partai Buruh: 0,5 persen
Hanura: 0,3 persen
Partai Ummat: 0,1 persen
Baca: PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung “Gelandangan Politik”
PBB: 0,1 persen
Garuda: 0,1 persen
Baca: Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Kader harus 'Zero Case' dan Jalankan K2P2
PKN: 0,1 persen
Gelora: 0,1 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 25,3 persen.
Baca: Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Besarnya angka responden yang belum menentukan pilihan juga menjadi bagian penting dari hasil survei tersebut. Sebanyak 25,3 persen responden tercatat menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Dengan demikian, angka elektabilitas dalam survei tersebut merupakan gambaran preferensi responden pada saat pengumpulan data, bukan hasil pemilu. Preferensi pemilih dapat berubah mengikuti perkembangan politik dan berbagai faktor lainnya.
Baca: TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Saksi Profesional diseluruh TPS Menuju 2029
Survei Poltracking ini dirilis pada 23 September 2026, sementara periode pengambilan datanya berlangsung pada 14-20 Agustus 2026. (SM)
