Bersua UAS

Alwira Fanzary
Kamis, 11 April 2019 23:25:59
UAS dan PS

Minyak wangi dan tasbih kesayangan. Itu hadiah yang diberikan Ustadz Abdul Somad (UAS) pada Prabowo Subianto (PS).

Pertemuan UAS dan PS jelas berlangsung jauh lebih lama dari apa yang ditayang di TvOne itu. Isi dari pembicaraan ekslusif, yang lebih kurang seperempat jam itu semua sudah tahu.

Poinnya saya rasa juga sudah ditangkap semua yang menonton: arah pilihan dan harapan UAS untuk sosok pemimpin Indonesia kedepan. Sulit ditemukan penafsiran lain.

Namun, jelas UAS tidak akan menyampaikannya secara eksplisit: pilihan pasangan capres dan meminta yang lain juga memilih yang sama. Sebab UAS itu ASN.

Baca: NasDem Usul Parliamentary Threshold 7 Persen, Berlaku Naik Setiap Pemilu

Tidak tahu pasti siapa yang berinisiatif mengatur pertemuan yang dikemas santai itu. Bisa dari BPN: Sebagai langkah pamungkas yang trengginas. Atau dari UAS sendiri: Agar tersampaikan kepada masyarakat apa panggilan hatinya.

Juga menyambungkan pada khalayak tentang pandangan mata batin ulama-ulama yang tak masyhur dinilai manusia. Namun istimewa disisi Tuhan. Seperti yang diceritakan UAS itu. Tapi tetap jua Tuhan-lah sutradara terbaik itu: mempertemukan mereka berdua.

UAS belum pernah bertemu PS sebelumnya. Berbeda dengan Sandiaga Uno yang menjadi cawapres PS. UAS tidak kurang sudah dua kali berjumpa Sandi: di Jakarta dan Pekanbaru. Untuk di Pekanbaru saat tepuk tepung tawar Sandi di Lembaga Adat Melayu Riau. Saat Sandi statusnya sudah cawapres. Mereka duduk berdampingan. 'cawapres yang tertukar' kata Sandi kala itu.

Lain hal nya dengan Joko Widodo. Setakat ini, belum pernah Jokowi sebagai presiden atau capres bertemu atau dipertemukan dengan UAS. Kalau sudah bersua, tentulah pemberitaannya heboh dan diheboh-hebohkan. Apalagi saat sudah jadi capres.

Baca: Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan

Bahkan, saat Jokowi ditabalkan gelar kehormatan oleh LAM Riau di Pekanbaru. Tidak kunjung jua ada pertemuan itu. Sementara, jelas ada yang sangat berharap. UAS ada mengisi acara ditempat lain di hari yang sama. Lagi-lagi skenario manusia tidak ada apa-apanya. Lemah.

Juga sebelumnya: UAS diundang khusus keluarga Presiden Jokowi ke Solo untuk sebuah acara. UAS juga tidak bisa hadir. Sudah terjadwal ditempat yang lain.

Dengan KH Ma'aruf Amin juga sama: belum ada bersua atau dipersuakan. Padahal UAS belum lama ini sudah bersilaturahim atau dipertemukan dengan beberapa ulama karismatik di tanah Jawa: KH Maimun Zubair, Habib Muhammad Lutfhi bin Yahya dan juga Salahuddin Wahid (Gus Solah).

Saya meyakini UAS tidak pilah-pilih untuk silaturahim. Apalagi dengan KH Ma'aruf Amin. UAS dari dulu seperti itu: menjalin komunikasi dengan siapapun. Mendatangi tempat ceramah di masjid nan mewah, atau hanya sekedar mushola kecil. Tidak ada yang berubah.

Baca: Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotrich Terancam Tersingkir dari Parlemen Israel

Adanya pertemuan UAS dengan PS dan Sandi, dan kebalikannya dengan Jokowi dan Ma'aruf Amin tentu bukan kebetulan. Sebab memang tidak ada yang kebetulan.

Juga tidak ada yang tiba-tiba. Itu semua melalui rentetan panjang. Rangkaian satu kejadian disambung dengan kejadian yang lain. Sehingga utuhlah kita melihat dan membaca kisah yang tersirat.

Dan dampaknya pertemuan itu pasti akan mewangi bagi PS-Sandi, namun perih bagi Jokowi-Ma'aruf. Sehari remuk dengan dua pukulan yang menghujam: arah dukungan UAS dan dugaan kecurangan pencoblosan di Malaysia yang sulit dibantah.

Usaha boleh, bahkan dengan cara paling culas pun. Namun adakah yang lebih baik dari skenario pemilik alam semesta?

Baca: PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung “Gelandangan Politik”

Oleh : Alwira Fanzary Indragiri

-Ketua OKP Lingkar Anak Negeri Riau (LAN-R)

-Wartawan



Terkait
Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat
Pengisian Kursi DPRD Masa Transisi: Usulan Diisi Suara Terbanyak Caleg Berikutnya Menguat
Empat Arahan Presiden PKS Saat Silaturahmi dengan Ribua
Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Sil
Kemah Bela Negara PKS Riau: Mengokohkan Akar Kebangsaan
Lainnya
Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara Angke: KKP Janji Bereskan dalam Sepekan
Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara Angke: KKP Janji Bereskan dalam Sepekan
Ada 22 Kali Awan Panas Guguran Meluncur Dari Gunung Mer
Kukuhkan Anggota Paskribaka, Plt Bupati Asahan Sampaika
Ini Penjelasan Kementerian PAN-RB Tentang Rekrutmen PPP
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Politik
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpr
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Pendidikan
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP
Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasisw
Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijaka
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung