Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu

Kanama
Selasa, 13 Oktober 2026 07:44:19

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Peta dukungan politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menunjukkan perbedaan sikap di antara partai-partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tiga partai, yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai NasDem, hingga kini belum menetapkan keputusan resmi untuk kembali mendukung Prabowo sebagai calon presiden. Selasa (13/10/2026).

Sikap tersebut berbeda dengan Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah menyatakan dukungan kepada Prabowo untuk kembali maju dalam kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Meski belum menentukan arah dukungan untuk Pilpres 2029, Demokrat, PKS, dan NasDem masih menyatakan komitmen untuk mendukung jalannya pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan pada 2029.

Baca: Ketua PGI Jacky Manuputty Ungkap Alasan Absen Pelantikan Wantimpres

PKS Tunggu Keputusan Majelis Syuro

Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa keputusan mengenai arah dukungan partainya dalam Pilpres 2029 berada di tangan Majelis Syuro. Hingga saat ini, lembaga tersebut belum menetapkan keputusan terkait pencalonan presiden mendatang.

Baca: PKS Usul Pileg 2029 Digelar Lebih Dulu, Hasilnya Jadi Dasar Pencalonan Presiden

"Musyawarah Majelis Syuro menetapkan bahwa PKS mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sukses hingga 2029," kata Kholid saat dihubungi, Senin (12/10/2026).

Ia menegaskan, dukungan terhadap pemerintahan saat ini tidak serta-merta menjadi keputusan untuk mengusung kandidat tertentu dalam pemilihan presiden berikutnya.

"Terkait Pilpres 2029, musyawarah Majelis Syuro belum menetapkan keputusan," imbuhnya.

Baca: NasDem Usul Parliamentary Threshold 7 Persen, Berlaku Naik Setiap Pemilu

Menurut Kholid, PKS masih memprioritaskan pengawalan terhadap berbagai program strategis pemerintah. Partainya ingin memastikan amanah politik yang telah diberikan dapat dituntaskan dengan baik sebelum menentukan sikap untuk kontestasi mendatang.

"Kita tunaikan amanah ini sebaik-baiknya terlebih dahulu. Perkara nanti pilpres 2029 ada waktunya untuk menentukan sikap tersebut," kata Kholid.

Baca: Partai Buruh Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Usul 1 Persen

NasDem Masih Menggodok Arah Dukungan

Sikap serupa ditunjukkan Partai NasDem. Sekretaris Jenderal NasDem, Hermawi Taslim, menyatakan partainya belum memutuskan dukungan untuk Pilpres 2029.

Menurut Hermawi, pembahasan mengenai arah dukungan politik masih berada dalam proses internal. NasDem juga menunggu dimulainya tahapan Pemilu 2029 sebelum menentukan sikap secara resmi.

Baca: Golkar dan PKS Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen, NasDem Bertahan di 7 Persen

"Masih dalam penggodokan, menunggu dimulainya tahapan pemilu 2029-2034," katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa NasDem belum mengunci pilihan politik untuk pemilihan presiden mendatang, meskipun masih berada dalam barisan partai pendukung pemerintahan Prabowo.

Baca: Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Ambang Batas Parlemen 5 Persen Mengemuka

Demokrat Belum Membahas Capres 2029

Partai Demokrat juga belum menentukan sikap resmi mengenai dukungan terhadap Prabowo pada Pilpres 2029.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyebut partainya saat ini masih berfokus pada pelaksanaan tugas pemerintahan dan belum membahas calon presiden maupun calon wakil presiden untuk pemilu mendatang.

Baca: Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan

"Pertama, belum pernah ada pembicaraan mengenai capres dan cawapres di 2029 di kami karena ketum kami mas AHY adalah bagaimana kami mendapatkan tugas kemarin kepercayaan dari Bapak Presiden Prabowo di pemerintahan," ujar Herzaky kepada wartawan, Sabtu (10/10), dikutip dari detiknews.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Baca: Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotrich Terancam Tersingkir dari Parlemen Israel

Demokrat menilai agenda pemerintahan dan tanggung jawab yang sedang dijalankan masih menjadi prioritas. Karena itu, pembahasan mengenai dukungan politik untuk Pilpres 2029 belum menjadi agenda utama partai.

Empat Partai Telah Nyatakan Dukungan

Di tengah belum adanya keputusan dari Demokrat, PKS, dan NasDem, empat partai telah menyatakan dukungan kepada Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden pada 2029.

Baca: Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia

Keempat partai tersebut adalah Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN.

Perbedaan sikap ini menunjukkan bahwa peta politik menuju Pilpres 2029 masih berpotensi mengalami perkembangan. Dukungan yang telah disampaikan sejumlah partai belum berarti seluruh konfigurasi koalisi, termasuk penentuan calon wakil presiden, sudah terbentuk.

Baca: Empat Arahan Presiden PKS Saat Silaturahmi dengan Ribuan Kader di Pekanbaru

Dengan tahapan pemilu mendatang yang masih menjadi agenda ke depan, komunikasi ant partai dan keputusan internal masing-masing organisasi politik akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah koalisi.

Untuk saat ini, Demokrat, PKS, dan NasDem memilih memprioritaskan agenda internal serta dukungan terhadap pemerintahan hingga 2029, sembari menunggu waktu yang tepat untuk menetapkan pilihan politik berikutnya. (SM)



Terkait
Perkuat Konsolidasi, Presiden PKS Sambangi Riau: Dari Temu Kader Hingga Nikmati Kue Talam Durian
Perkuat Konsolidasi, Presiden PKS Sambangi Riau: Dari Temu Kader Hingga Nikmati Kue Talam Durian
Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR T
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi 
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Tegaskan Komitmen Indonesi
Lainnya
Riau Bhayangkara Run 2026 Gairahkan Ekonomi, Hotel dan UMKM Dipadati Ribuan Peserta
Riau Bhayangkara Run 2026 Gairahkan Ekonomi, Hotel dan UMKM Dipadati Ribuan Peserta
Arfan Usman Resmi dilantik Bupati Siak Sebagai Sekda Ka
Jokowi Persilakan Pendukung Gelar Syukuran dan Arak-ara
Tolak Pin Emas dan Jas Baru saat Pelantikan DPRD Kepri,
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Politik
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah M
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I